STC di Yaman Umumkan Rencana Otonomi Provinsi Hadramaut

0
142

Aden, LiputanIslam.com –  Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman mengumumkan niatnya mengimplementasikan Deklarasi Pemerintahan Otonomi di Provinsi Hadramaut, Yaman timur, dan mengancam akan melakukan eskalasi baru antara pihaknya dan pihak pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi di saat kedua pihak mengadakan perundingan di Saudi Saudi untuk implementasi Perjanjian Riyadh.

Dalam orasi pada demonstrasi yang diserukan oleh Dewan di Mukalla, ibu kota Provinsi Hadramaut, Ahad (19/7/2020), ketua Majelis Nasional dan kepala pemerintahan otonomi STC, Ahmed Saeed bin Brik, mengatakan, “Peristiwa Hadramaut ini merupakan pelengkap bagi ibu kota, Aden, dalam mencapai manajemen otonomi di lapangan… Hari-hari mendatang akan melihat upaya kami untuk menerapkannya, baik di tengah absennya pemerintah maupun di hadapan pemerintah selanjutnya, demi mendapatkan kehidupan yang layak.”

Baca: [VIDEO] Jadi Target Serangan Udara Saudi, Bocah Yaman Ini Terluka Parah

Dia menambahkan, “Kami di Aden, Socotra, dan Al-Dhalea menindak lanjuti penerapan manajemen otonomi provinsi ini di lapangan, dan kami sedang berusaha mengatasi kebuntuan yang didaur oleh berbagai pemerintahan korup, yang mencegah pengiriman listrik, air dan pemeliharaan peralatan, dan dengan demikian merampas hak kami yang paling dasar.”

Baca: Suku-suku di Provinsi al-Jawf Siap Membalas Dendam ke Koalisi Saudi

STC adalah kelompok yang didukung oleh Uni Emirat Arab, sedangkan pemerintahan Mansour Hadi didukung oleh Arab Saudi. Kedua kubu ini selama ini bersekutu memerangi Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman dengan bantuan Saudi dan UEA.  Namun, kedua kubu itu sendiri kerap terlibat konfrontasi satu sama lain. (mm/amn)

DISKUSI: