SPIRI: Israel Tambah Persediaan Hulu Ledak Nuklirnya dari 80 Menjadi 90 Unit

0
66

Stockholm, LiputanIslam.com –  Israel diperkirakan memiliki 80 hingga 90 hulu ledak nuklir, demikian dinyatakan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Senin (15/6/2020), sembari menyebutkan bahwa jumlah senjata nuklir Israel yang sebenarnya tetaplah sangat dirahasiakan.

Dalam sebuah laporannya, SIPRI menyebutkan bahwa Israel masih menutup diri terkait program nuklirnya, namun jumlah hulu ledak nuklirnya diyakini bertambah dari 80 menjadi menjadi 90  hulu ledak pada tahun 2019.

“Israel memiliki kebijakan lama untuk tidak mengomentari persenjataan nuklirnya,” bunyi laporan itu.

Pada tahun 2015, Institut Sains dan Keamanan Internasional yang bermarkas di Washington DC , Amerika Serikat, menyatakan bahwa Israel telah memproduksi 115 hulu ledak nuklir sejak mulai membuatnya pada tahun 1963.

Sumber-sumber asing lain pernah melaporkan Israel memiliki sekitar 200 hulu ledak nuklir.

Pada awal tahun ini, Israel melakukan uji coba baru rudal balistik antarbenua Jericho 3, sebagai bagian dari serangkaian uji coba yang mencakup berbagai jenis rudal.

Menurut situs Army Recognition,  militer Israel melakukan uji coba rudal balistik pada 31 Januari lalu, yang merupakan uji coba kedua rudal jenis itu dalam jangka waktu dua bulan.

Baca: Jurnalis Saudi Pro-Israel Dituding Riyadh sebagai Mata-Mata

Situs yang berbasis di AS itu menyebutkan, “Meskipun nama rudal itu tidak secara resmi diungkap oleh Israel, namun diyakini bahwa ini dilakukan dalam latihan militer yang meliputi ujicoba rudal balistik  permukaan-ke-permukaan jenis Jericho yang mampu membawa hulu ledak nuklir.”

Menurut SIPRI, AS, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara sama-sama andil dalam kepemilikan atas sekitar 13.400 senjata nuklir pada awal tahun 2020. Padahal, lanjut lembaga itu, pada awal 2019 jumlah senjata nuklir yang dimiliki oleh negara-negara tersebut berjumlah 13.865.

Baca: IAEA: Iran Perkaya Cadangan Uranium 8 Kali Lipat Jumlah yang Diperbolehkan

“Sekitar 3.720 senjata nuklir saat ini dikerahkan oleh pasukan operasional, dan hampir 1.800 di antaranya disimpan dalam keadaan siaga operasional tinggi,” ungkap SIPRI.

Lembaga penelitian ini menyebutkan bahwa jumlah itu berkurang  “terutama karena pembongkaran senjata nuklir pensiunan oleh Rusia dan AS”, yang bersama-sama masih memiliki lebih dari 90 persen senjata nuklir global. (mm/trtworld/alalam)

DISKUSI: