Soal Sengketa Perbatasan, Sayid Nasrallah: Hizbullah Siap Bela Lebanon di Depan Kerakusan Israel

0
323

Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah melontarkan peringatan keras ihwal kecenderungan Israel untuk bertindak secara sepihak di wilayah sengketa perbatasannya dengan Lebanon. Dia juga berbicara tentang Palestina serta peringatan Pekan Persatuan Islam yang digagas oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Dalam pidato pada momen peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw, Jumat (22/10), Sayid Nasrallah memastikan Israel keliru ketika merasa akan dapat bertindak semaunya terkait dengan sengketa perbatasan lautnya dengan Lebanon sebelum sengketa ini terselesaikan.

Dia menegaskan, “Pada saatnya yang tepat dan ketika melihat minyak Lebanon ada di lingkaran bahaya, Kubu Resistensi (Hizbullah) akan berbuat dan mampu berbuat atas dasar ini.”

Sekjen Hizbullah menjelaskan, “Musuh, Israel, menugaskan sebuah perusahaan eksplorasi minyak di daerah yang disengketakan, sementara kami bersabar untuk melihat sikap dan mengikuti semua informasi dan data.”

Dia lantas melontarkan peringatan keras dengan menandaskan, “Pada malam ini saya ingin mengatakan secara gamblang dan tegas bahwa kekuatan Kubu Resistensi dipersiapkan untuk membela Lebanon, minyak Lebanon, dan gas Lebanon dari kerakusan Israel.”

Masalah Palestina Tak Boleh Diabaikan

Mengenai Palestina, Sayid Nasrallah menekankan bahwa umat Islam tak boleh diam berpangku tangan melihat apa yang terjadi di Palestina, yang merupakan “titik konsensus umat ini, dan kita harus mengingat tanggungjawab atas bangsa yang teraniaya ini.”

Dia mengatakan, “Manusia harus bertanggungjawab atas negaranya jika negaranya diagresi, harus membela bangsanya, tanah airnya, negerinya serta kehormatan dan martabat manusia. Dan inilah agama Muhammad saw, semua harus menanggung resiko keberpihakan mereka kepada Palestina sebagaimana Iran menanggungnya.”

Sayid Nasrallah mengingatkan bahwa Palestina adalah bangsa yang tertindas, negerinya diduduki, dan kesuciannya dinistakan sehingga “siapapun tak boleh tidak peduli kepadanya”.

Sekjen Hizbullah juga mengingatkan bahwa persatuan Islam artinya adalah kerjasama dan pendekatan antara sesama umat Islam dan menghindari peperangan satu sama lain.

“Muslimin menang di semua gelanggang di mana mereka bekerjasama, bahu membahu dan bersatu padu,” ujarnya.

Dia juga menyinggung sepak terjang AS dan sejumlah rezim Arab yang bahkan bertujuan “melenyapkan penolakan hati nurani bangsa-bangsa Arab” terhadap Rezim Zionis Israel.

Gerakan Imam Khomaini untuk Persatuan Islam

Dia juga menyebutkan bahwa salah satu berkah dari pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomaini, dan kemenangan revolusi Islam yang dipimpin oleh ulama besar Iran ini ialah dijadikannya tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai peringatan Pekan Persatuan Islam.

Tanggal 12 dan 17 Rabiul Awal mengacu pada perselisihan tanggal maulid atau kelahiran Nabi Muhammad saw antara Sunni yang meyakini tanggal 12 dan Syiah yang meyakini tanggal 17 untuk maulid.

Sayid Nasrallah menyatakan bahwa salah satu berkah dan kehebatan Imam Khomaini adalah bagaimana tokoh besar dunia Islam ini telah  berhasil mengubah apa yang semula terlihat sebagai titik perselisihan menjadi titik pertemuan serta momentum untuk pendekatan dan persatuan umat Islam. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Buntut Teror Beirut, Geagea Dipanggil Pengadilan Militer

Penasehat Keamanan AS dan Putra Mahkota Saudi Bahas Normalisasi Hubungan dengan Israel

DISKUSI: