Soal Perundingan Nuklir, Iran Tolak Pola “Langkah Dibalas Langkah”

0
305

Teheran, LiputanIslam.com – Iran menegaskan lagi penolakannya terhadap pola “langkah dibalas langkah” mengenai pemulihan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA)., bersamaan dengan pengiriman delegasinya ke Wina, Swiss, untuk putaran baru perundingan nuklir.

Juru bicara Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh, Senin (26/4), mengatakan negaranya tak akan menerima usulan apapun yang berpijak pada pola “langkah dibalas langkah”, dan menekankan tak perlu diadakan perundingan langsung ataupun tak langsung antara Teheran dan Washington untuk kembalinya AS kepada JCPOA.

“Pendirian kami mengenai keharusan pencabutan sanksi AS tak berubah, kami menuntut pencabutannya secara total,” ungkapnya.

Khatibzadeh menyebutkan bahwa delegasi Iran bertolak ke Wina, Senin, untuk melanjutkan pembicaraan dan menghadiri pertemuan Komisi Bersama JCPOA.

Iran dan negara-negara Kelompok 4+1 (Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) pekan lalu telah mengadakan satu putaran perundingan di Wina dengan tujuan mengembalikan AS kepada JCPOA yang ditinggalkannya di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018 serta memulihkan kepatuhan Iran kepada perjanjian itu setelah sekian lama mengabaikan beberapa pasalnya sebagai reaksi terhadap keluarnya AS.

Mengomentari putaran perundingan sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa putaran itu rampung sekira 60-70% dan bahwa perselisihan sebenarnya dapat diatasi secepatnya jika AS berlaku “bersih”.

Ahad lalu Asisten Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan telah dicapai kesefahaman tentang pencabutan sanksi minyak, perbankan dan transaksi keuangan, tapi dia tidak memberikan informasi lebih detail.

Di bagian lain pernyataan Khatibzadeh, dia menegaskan bahwa aksi Israel terhadap Iran tak akan dibiarkan tanpa respon, dan bahwa Iran tak akan memperkenankan Israel mengacaukan keamanan regional.

Dia juga menekankan konsistensi Teheran pada iktikad untuk menyelesaikan perselisihannya dengan Arab Saudi melalui kanal dialog dan perundingan “jika Saudi berkenan”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Jenderal Iran: Poros Resistensi Menggali Lubang untuk Kebinasaan Israel

Militer Iran Pamerkan Tujuh Alutsista Baru Buatannya

DISKUSI: