Soal Pandemi Covid-19, Ayatullah Khamenei Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

0
76

Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei kembali memperingatkan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan tidak menyepelekan pandemi Covid-19.

Ayatullah Khamenei memuji “perjuangan dan pengorbanan” para dokter dan petugas kesehatan serta para pejabat yang terkait dengan upaya penanggulangan pandemi Covid-19, namun juga menyatakan prihatin atas tingginya angka kematian di negara ini akibat inveksi virus tersebut.l

Dia memperingatkan bahwa penyembuhan untuk penyakit ini ada di tangan warga sendiri dengan cara mematuhi protokol kesehatan, termasuk penjarakan sosial, penggunaan masker, dan cuci tangan.

“Jangan menyepelekan (virus) corona. Sepelakah ketika perhari ada 150 warga meninggal dunia? Sebagian orang tak memiliki penilaian yang tepat terhadap masalah ini. Ini ibaratnya adalah dalam setiap dua hari jatuh satu pesawat pembawa 300 orang, dan semuanya tewas. Apakah ini sepele?” ujarnya dengan mimik wajah serius.

Ayatullah Khamenei menambahkan, “Para tenaga kesehatan, perawat, dan pejabat terus berjuang dan bekerja. Kita sebagai warga harus menjalankan kewajiban kita, termasuk penjarakan sosial, penggunaan masker, cuci tangan. Ini semua merupakan keharusan, dan harus dilakukan.”

Dia juga meminta masyarakat agar mematuhi protokol itu dalam peringatan “arba’in”, yaitu peringatan 40 hari kesyahidan cucunda Nabi saw, Imam Husain ra, yang gugur di Karbala, Irak, pada tahun 61 Hijriah/680 Masehi.

“Bangsa kita sangat mencintai Imam Husain dan ziarah Arba’in. Hanya saja, kepergian untuk mengikuti pawai Arbain bergantung pada pendapat para pejabat Komite Nasional Pemberantasan Corona. Jika mereka mengatakan ‘jangan’, seperti yang sudah mereka katakan, maka  semua harus mematuhinya,” pintanya.

Peringatan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan “tidak menyepelekan” pandemi ini juga pernah dia sampaikan sebelumnya. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Musuh akan Membayar Mahal Jika Mengusik Keamanan Iran

Rouhani:  “Tekanan Maksimum” terhadap Iran Berubah Menjadi “Isolasi Maksimum” bagi AS

DISKUSI: