Ayatullah Khamenei: Musuh akan Membayar Mahal Jika Mengusik Keamanan Iran

0
123

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa semangat perlawanan dan pertahanan sudah membudaya dan mendarah daging dalam diri bangsa Iran sehingga resiko akan sangat besar bagi musuhnya jika sampai mengusik keamanan Iran.

Dalam kata sambutannya pada peringatan Pekan Pertahanan Suci (peristiwa Perang Iran-Irak 1980-1987), Senin 21 (9/2020), Ayatullah Khamenei mengatakan, “Pertahanan suci telah dapat mengokohkan keamanan di negara ini sehingga musuh pasti akan membayar mahal jika sampai mengusik keamanan ini, sebagaimana pertahanan suci juga telah menanamkan kepercayaan di antara anak-anak bangsa ini akan kekuatan dan kemampuan negaranya dalam menjaga keamanan, serta merangsang energi tersendiri dan kemampuan para pemuda memroduksi rudal secara ideal.”

Dia menjelaskan bahwa semangat pertahanan suci telah membangkitkan sumber daya yang eksis di semua bidang, terutama berupa sosok Jenderal Qassem Soleimani yang disebutnya sebagai “keajaiban”.

Menurutnya, banyak kesulitan yang dihadapi Iran ketika dilanda perang, namun “dapat berkembang, maju, dan percaya kepada kemenangan” sehingga “semangat pertahanan suci harus terpelihara sebagai teladan bagi kita karena telah mempersembahkan kesuksesan dalam berbagai bidang”.

Ayatullah Khamenei menyatakan negaranya dapat mengalahkan sepak terjang dan konspirasi Barat untuk menggulingkan pemerintahan dan menguasai tanah Iran.

“Musuh memaksakan perang terhadap kita dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Islam dan mendatangkan pemerintahan lain yang tunduk sebagai antek, namun mereka gagal.. Musuh tak dapat menguasai sejengkalpun tanah kita, dan pemerintahan Islampun sekarang semakin kuat… Iran  mampu menghadapi seluruh dunia, resisten, dan menang dalam perang yang dipaksakan,” ujarnya kepada rakyat Iran.

Dia juga menegaskan, “Barat menghalangi kita dari fasilitas yang paling sederhana sekalipun, dan bahkan dari perlengkapan dan persenjata ringan, sambil memberikan segala sesuatu kepada pihak lawan (rezim diktator Irak Saddam Hossein).” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Rouhani:  “Tekanan Maksimum” terhadap Iran Berubah Menjadi “Isolasi Maksimum” bagi AS

Tanggapi Trump, IRGC Tegaskan Tekad Memburu Pembunuh Jenderal Soleimani

DISKUSI: