Rouhani:  “Tekanan Maksimum” terhadap Iran Berubah Menjadi “Isolasi Maksimum” bagi AS

0
90

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menilai kebijakan “tekanan maksimum” yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Iran justru kontraproduktif dan berubah menjadi “isolasi maksimum” bagi AS.

Rouhani menyatakan demikian setelah AS secara sepihak mengumumkan pengenaan kembali sanksi PBB terhadap Teheran sehingga AS mendapat kecaman luas dari khalayak internasional.

“Kami dapat mengatakan bahwa kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran, dalam bentuk politik dan hukumnya, telah berubah menjadi kebijakan isolasi maksimum bagi AS,” kata Rouhani dalam kata sambutannya pada pertemuan pemerintah yang disiarkan di saluran televisi, Ahad (20/9/2020).

Dia menyatakan AS telah menderita “tiga kekalahan berturut-turut di Dewan Keamanan PBB, yaitu, di tempat yang selalu dianggap oleh AS sebagai titik kekuatannya”.

“Iran pantang menyerah pada tuntutan ilegal Amerika …  dan kami selalu mengatakan bahwa hanya ada satu cara untuk menangani bangsa Iran, yaitu berbicara dengannya dalam bahasa terhormat,” lanjut Rouhani.

Dia memperingatkan akan adanya “reaksi Iran yang menentukan” jika “AS  melanjutkan intimidasinya dan menempuh langkah-langkah praktis” sehubungan dengan pemberlakuan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa negaranya telah kembali memberlakukan semua sanksi PBB terhadap Iran, yang telah dibekukan berdasarkan perjanjian nuklir.

Menaggapi pernyataan ini, Uni Eropa menegaskan bahwa AS tak dapat menerapkan kembali sanksi PBB karena telah menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Sekjen PBB Tidak akan Bertindak Soal Desakan AS untuk Penerapan Sanksi lagi Terhadap Iran

Tanggapi Trump, IRGC Tegaskan Tekad Memburu Pembunuh Jenderal Soleimani

 

DISKUSI: