Soal Nuklir, Teheran Kecam Standar Ganda IAEA Terhadap Iran dan Saudi

0
118

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyatakan prihatin atas pengembangan program nuklir Arab Saudi yang dilakukan tanpa pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan mengecam standar ganda lembaga internasional dalam memperlakukan  Iran dan Saudi.

“Hal yang mengkhawatirkan tentang program nuklir Arab Saudi adalah bahwa inspektur badan ini (IAEA) tidak ada di negara itu,” kata Mousavi kepada surat kabar Iran Etemad, Selasa (11/8/2020).

Dia mengingatkan bahwa sebagai anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) Arab Saudi berhak mengembangkan program nuklir damai, tapi harus menyetujui pengamanan dan inspeksi.

Menurut Mousavi, dalam 20 tahun terakhir ini Saudi enggan menyetujui inspeksi IAEA. Karena itu dia meminta lembaga pengawas nuklir PBB itu menggunakan instrumennya untuk membuat Saudi bertanggung jawab.

“Kami tidak mengerti mengapa badan ini terlalu bungkam. Situasi ini, khususnya jika dibandingkan dengan ketergesaan yang tak dapat dibenarkan (dalam inspeksi) tentang program nuklir Iran oleh badan ini, mengingatkan kita pada pendekatan standar ganda. Pembentukan citra demikian tentang pendekatan badan ini terhadap isu-isu pengamanan bukanlah untuk kepentingan prinsip imparsialitas, independensi dan profesionalisme badan ini, ”kata Mousavi.

Iran pekan lalu juga menyerukan kepekaan global terhadap proyek nuklir rahasia Saudi, dan mendesak agar Riyadh menerima inspeksi IAEA, apalagi dalam beberapa tahun ini Riyadh melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan stabilitas regional.

Awal bulan ini, badan-badan intelijen AS dilaporkan melihat penampakan situs nuklir yang tidak diumumkan di dekat Riyadh, dan mengamati upaya negara kerajaan ini memroses uranium dan bergerak menuju pengembangan bom atom.

Surat kabar AS The New York Times pada tanggal 5 Agustus melaporkan bahwa badan-badan tersebut dalam beberapa pekan terakhir telah mengedarkan analisis rahasia tentang upaya Saudi membangun kemampuannya memproduksi bahan bakar nuklir yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir.

Surat itu kabar itu menyebutkan bahwa kajian yang ada menunjukkan adanya “struktur yang baru selesai digarap di dekat area produksi panel surya di dekat Riyadh, yang oleh beberapa analis pemerintah dan ahli luar negeri dicurigai dapat menjadi satu di antara beberapa situs nuklir yang tidak diumumkan.”

Situs itu terletak di daerah gurun terpencil yang tidak terlalu jauh dari kota al-Uyaynah, Saudi,  dan berada di 30 kilometer barat laut Riyadh.

“Analisis itu menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin ada upaya rahasia Saudi-China untuk memroses uranium mentah menjadi bentuk yang nantinya dapat diperkaya menjadi bahan bakar senjata, menurut pejabat Amerika,” tambah laporan itu.

Sehari sebelumnya, sebuah artikel di The Wall Street Journal menyebutkan bahwa para pejabat Barat prihatin ihwal situs gurun di barat laut Arab Saudi, tepatnya di selatan kota al-Ula. (mm/fna)

Baca juga:

Serangan Udara di Yaman Tewaskan 20 Orang, Termasuk 7 Anak Kecil

Legislator AS: Klaim Upaya Bin Salman Meneror Penentangnya Bisa Dipercaya

DISKUSI: