Soal Nuklir, Iran Tegaskan Takkan Abaikan “Garis Merah”

0
210

Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menegaskan Teheran tak akan mengabaikan “geris merah” negara ini dalam soal nuklir, dan bahwa AS dan Eropa harus mengambil keputusan politik dan menunjukkan keinginan nyata untuk mencapai kesepakatan sesegera mungkin dalam negosiasi di Wina.

“Jika bukan karena inisiatif Iran, kami tidak akan begitu dekat dengan kesepakatan”, kata Amir-Abdollahia dalam pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Josep Borrell, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich (MSC) ke-58, Ahad (20/2).

Dia menambahkan bahwa pihak lain harus tahu bahwa Teheran “tidak akan mengabaikan garis merahnya”.

Dalam pertemuan itu kedua belah pihak membahas status terakhir pembicaraan di Wina dan rincian kemungkinan kesepakatan.

Sembari memuji peran Joseph Borrell dan Enrique Mora sebagai koordinator pembicaraan yang sedang berlangsung, Menteri Luar Negeri Iran menekankan keinginan Iran untuk mencapai kesepakatan yang baik dalam pembicaraan Wina.

“Sekarang adalah saatnya bagi AS dan tiga negara Eropa (Inggris, Prancis dan Jerman) untuk menunjukkan keinginan nyata untuk mencapai kesepakatan dalam waktu sesingkat mungkin dengan membuat keputusan politik yang diperlukan,” ungkapnya.

Di pihak lain, Borell selaku koordinator kesepakatan nuklir meninjau berbagai bagian teks yang memasuki diskusi tentang “penghapusan embargo, komitmen nuklir, verifikasi dan perolehan jaminan” serta mengungkapkan pendapatnya dalam hal ini.

Dilaporkan Iran dan Eropa telah bersepakat untuk melanjutkan perundingan antara keduanya.

Sehari sebelumnya, Amir-Abdollhian mengatakan kepada CNN bahwa Teheran “sangat optimis” mencapai kesepakatan nuklir dalam negosiasi yang sedang berlangsung di Wina.

Tapi dia lantas menekankan, “Namun, jika pembicaraan gagal maka Amerika dan pihak lain yang bertanggung jawab atasnya.” (mm/fna/railayoum)

Baca juga:

AS Nyatakan Ada Kemajuan Substansial dalam Perundingan Nuklir dengan Iran

Iran Bantah Keras Laporan Reuters tentang Perundingan Nuklir di Wina

 

DISKUSI: