Iran Bantah Keras Laporan Reuters tentang Perundingan Nuklir di Wina

0
198

Teheran, LiputanIslam.com –   Iran menepis keras laporan kantor berita Reuters tentang perundingan nuklir di Wina, Austria, dan menyebutnya bertujuan menjatuhkan Iran dan mendongkrak posisi pihak Barat di depan Iran.

Reuters mengaku telah memperoleh akses ke draft perjanjian setebal 20 halaman yang memuat urutan langkah-langkah yang akan dilaksanakan setelah disetujui oleh para perunding.

Menurut Reuters, perjanjian itu dimulai dengan sebuah fase yang mencakup penangguhan  pengayaan uranium Iran di atas kemurnian 5%  serta beberapa angkah lain seperti pencairan dana Iran sekira US$7 miliar Iran yang tertahan di bank-bank Korea Selatan di bawah sanksi AS.

Reuters mengklaim bahwa rancangan tersebut juga mencakup pembebasan sejumlah warga negara Iran pemegang kewarganegaraan ganda AS dan Eropa yang telah dijatuhi hukuman penjara akibat tindakan anti-keamanan nasional Iran.

Kantor berita yang berbasis di London, Inggris, ini juga menyebut draft itu mencanangkan bahwa penghapusan beberapa sanksi yang sangat sensitif akan mengharuskan pejabat Iran dan AS untuk mengadakan pertemuan secara langsung, yang sejauh ini ditolak mentah-mentah oleh Teheran.

Situs Nour News, yang dekat dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC), lantas memuat laporan yang membantah laporan tersebut dan menilai Reuters bertujuan memberikan gambaran palsu tentang apa yang terjadi di Wina dengan mengesankan bahwa Barat mengeruk konsesi besar dari Iran.

“Iran telah menyatakan sejak awal bahwa selama AS tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penghapusan sanksi, Republik Islam tidak akan melakukan apa pun untuk mengurangi aktivitas nuklirnya, yang sejalan dengan kewajibannya berdasarkan JCPOA,” tepis Nour News, sembari membantah beberapa klaim Reuters lainnya, termasuk ihwal akan adanya pertemuan langsung antara Iran dan AS.

“Delegasi Iran tak berencana melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Amerika,” ungkap Nour News.

Jubir Kemnlu Iran Saeed Khatibzadeh sendiri juga menyampaikan bantahan di Twitter dengan mencuit;  “Informasi keliru yang disamarkan sebagai reportasi adalah tindakan berbahaya.”

Dia menambahka bahwa kesepakatan akhir untuk membiarkan AS kembali ke JCPOA jauh berbeda dengan laporan yang terdistorsi dan tanpa sumber. (mm/presstv/alalam)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Laju Kemajuan Sains Iran Jauh di Atas Rata-Rata di Dunia

Iran Bersikukuh Pencabutan Sanksi adalah Syarat Dijalinnya Kesepakatan

DISKUSI: