Soal Ibadah Haji, Saudi Minta Umat Tunggu Perkembangan Situasi Wabah Covid-19

0
450

Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi meminta umat Islam bersabar menunggu sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang pandemi virus corona (Covid-19) sebelum berencana menunaikan ibadah haji tahun ini, demikian dikatakan oleh Menteri Saudi urusan Haji dan Umrah Mohammed Saleh Benten di TV pemerintah Selasa (31/3/2020).

Awal bulan ini, Saudi menangguhkan ibadah umrah demi mencegah penyebaran Covid-19 ke kota-kota paling suci Islam, suatu tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga meningkatkan ketidakpastian mengenai penyelenggaraan ibadah haji.

Sekitar 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia biasanya datang ke kota suci Mekah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawaroh untuk menunaikan manasik haji selama seminggu, yang dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli mendatang.

Kegiatan ibadah ini juga merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi kerajaan Saudi.

“Arab Saudi sepenuhnya siap melayani jemaah haji dan pumrah,” ujar menteri keturunan Banten, Indonesia, itu kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah.

“Tapi pada keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global, Kerajaan tertarik untuk melindungi kesehatan umat Muslim dan warga negara. Karena itu kami telah meminta saudara-saudara Muslim kami di semua negara untuk menunggu sebelum melakukan kontrak haji hingga situasinya jelas,” lanjutnya.

Selain menunda umrah, Saudi juga telah menghentikan semua penerbangan penumpang internasional tanpa batas waktu. Pekan lalu negara ini juga memblokir keluar dan masuk ke beberapa kota, termasuk Mekah dan Madinah.

Haji dan umrah merupakan bisnis besar bagi Saudi dan menjadi tulang punggung rencana pengembangan jumlah jemaah dalam agenda reformasi ekonomi ambisius Putra Mahkota Mohamed bin Salman.

Baca: Jet Tempur Saudi Serang Ibu Kota Yaman, Permukiman dan Perguruan Tinggi Jadi Sasaran

Pembatalan ibadah haji akan menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern, sedangkan pembatasan kedatangan jemaah dari kawasan berisiko tinggi sudah pernah terjadi sebelumnya, termasuk dalam beberapa tahun terakhir selama wabah virus Ebola.

Baca: Saudi Abaikan Tekanan Trump untuk Hentikan Perang Harga Minyak

Sejauh ini Saudi telah melaporkan lebih dari 1.500 kasus Covid-19 dengan 10 kematian, sementara secara global tercatat lebih dari 825.000 orang telah terinfeksi virus ini dengan lebih dari 40.000 kematian. (mm/aljazeera)

DISKUSI: