Singgung “Syiah Inggris” dan “Sunni AS”, Jenderal Iran: Musuh Kobarkan “Perang Ahzab”

0
191

Teheran, LiputanIslam.com   Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyebut musuh negara republik Islam ini sedang mengerahkan segenap kemampuan dan energi medianya untuk mengobarkan “Perang Ahzab” terhadap Iran.

Perang Ahzab atau yang juga dikenal dengan Perang Khandaq (Perang) Parit adalah peristiwa 27 hari pengepungan terhadap umat Islam di Madinah pada zaman Nabi Muhammad saw oleh pasukan gabungan (ahzab) yang menyatukan kaum musyrik Quraisy Mekkah dengan suku-suku Arab lain serta kaum Yahudi Bani Nadir pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Senin (10/10),  Mayjen Bagheri menyinggung adanya “Syi’ah Inggris” dan “Sunni Amerika” serta menyebut keduanya setali tiga uang dalam tujuan membangkitkan perselisihan umat Islam serta melenyapkan keislaman yang sejati dari negara-negara Islam.

Dia lantas menyinggung gelombang demo rusuh yang dilakukan belakangan ini oleh sejumlah kecil massa di berbagai kota dan daerah di Iran dan dibarengi dengan gempita media mainstream dunia anti-Iran.

Bagheri meyebutkan bahwa gelombang itu pada hakikatnya berfokus pada daerah-daerah Iran yang dianggap rentan isu ras dan sektarian mazhab serta merupakan bagian dari Perang Ahzab yang dikobarkan oleh musuh yang telah dikalahkan oleh bangsa Iran sejak empat dekade silam.

“Iran menjalani hidup rukun dan damai kemanusiaan sepanjang masa demi masa dengan semua suku dan mazhabnya, sebab keragaman ini memang bukan ancaman bagi Iran sehingga semua golongan inipun rukun dan damai satu sama lain,” ujarnya.

Dia kemudian menyinggung peringatan “Pekan Persatuan Islam” dan menyebutnya sebagai momentum bagi Islam untuk memupuk komitmen umat Islam kepada ajaran Islam dan upaya memperkuat persatuan mereka yang hendak dirongrong oleh musuh-musuh Islam, termasuk orang-orang yang bernaung di bawah Syiah Inggris dan Sunni AS. (mm/alalam)

Baca juga:

Hoaks Ala Televisi Saudi, Sebut Martir Irak ‘Korban Kerusuhan Iran’

Kegagalan Barat “Menggarap” Krisis-Hijab di Iran

DISKUSI: