Hoaks Ala Televisi Saudi, Sebut Martir Irak ‘Korban Kerusuhan Iran’

0
176

Baghdad,LiputanIslam.com-Kanal-kanal televisi Saudi dalam beberapa waktu terakhir meliput berita tentang kerusuhan di Iran secara luas. Meski demikian, beberapa klip yang disebut sebagai bagian dari kerusuhan tahun ini ternyata adalah klip-klip lama.

Sehubungan dengan kerusuhan ini, kanal al-Hadath memublikasikan kebohongan baru. Kanal televisi Saudi ini memublikasikan sebuah foto seorang pria dan mengklaim bahwa ia ditahan di Ahvaz lalu meninggal di penjara Iran.

Padahal, foto yang dipublikasikan al-Hadath adalah saudara Alaa al-Haidari, salah seorang anggota Parlemen Irak. Dia merupakan salah satu syuhada al-Hashd al-Shaabi yang gugur di Samarra 8 tahun silam.

Alaa Al-Haidari pun menanggapi kebohongan yang disebarkan stasiun televisi Saudi tersebut. Melalui laman Facebook-nya, legislator Irak ini menyatakan, al-Hadath harus berhenti menggunakan tipuan dan kebohongan media untuk menyerang para komandan dan syuhada al-Hashd al-Shaabi.

“Saya akan mengajukan gugatan hukum kepada kanal al-Hadath demi mencegah cara berbahaya ini. Kanal ini memublikasikan sebuah laporan aneh dan menyinggung kematian saudara saya, Imad al-Haidari, di penjara Iran,”kata al-Haidari.

“Saudara saya, Imad al-Haidari, adalah salah satu syuhada al-Hashd al-Shaabi yang gugur di Samarra tahun 2014 demi membela tanah air dan kesuciannya,”tegas al-Haidari.

Sehubungan dengan ini, dalam salah satu program al-Hadath yang disiarkan beberapa waktu lalu, presenter Saudi dengan penuh percaya diri mengklaim bahwa kerusuhan telah melanda “50 dari 51 provinsi Iran.”

Padahal berdasarkan data dalam negeri, jumlah provinsi Iran di tahun ini tidak berubah dan tetap berjumlah 31 provinsi. (af/alalam)

DISKUSI: