Sindir Turki, Saudi dan Mesir Kecam “Kelancangan” Terhadap Keamanan  Arab

0
190

Riyadh, LiputanIslam.com –   Kerajaan Arab Saudi dan Mesir menegaskan penolakan terhadap “kelancangan” atas keamanan kawasan Arab.

Sebagaimana dilaporkan SPA, Jumat (17/7/2020), dalam percakapan telefon antara Wakil Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman bin Abdulaziz, dan Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Pertahanan dan Produksi Militer Mesir, Letjen Muhammad Zaki, keduanya telah membahas hubungan bilateral Kairo-Riyadh, terutama di bidang pertahanan dan militer, dan penguatan kerjasama dalam segala hal yang menunjang keamanan kawasan.

SPA menyebutkan kedua negara ini berhasrat meningkatkan stabilitas, mengatasi segala bentuk terorisme, dan menegaskan kembali sikap penolakan sepenuhnya terhadap kelancangan atas kawasan Arab.

Kontak telefon itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengadakan pertemuan dengan delegasi suku-suku Libya untuk membahas perkembangan krisis Libya. Delegasi itu mendesak Mesir terlibat dalam perang Libya untuk menghadapi intervensi Turki.

Baca: Erdogan Tuding Mesir Terlibat Aksi “Ilegal” di Libya

Pada 16 Juli, Saudi dan Mesir menekankan pentingnya penyelesaian konflik Libya melalui solusi yang komprehensif, menjaga integritas teritorial Libya, dan membuka jalan bagi pulihnya keamanan dan stabilitas negara ini.

Baca: Presiden Mesir Sebut Tentaranya Sanggup Ubah Jalannya Perang di Libya

Libya dilanda perang saudara antara kubu pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang dibantuTurki di satu pihak dan kubu Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir dan Uni Emirat Arab. (mm/railayoum)

DISKUSI: