Presiden Mesir Sebut Tentaranya Sanggup Ubah Jalannya Perang di Libya

0
169

Kairo, LiputanIslam.com –  Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam melihat setiap fenomena yang dinilainya merupakan ancaman langsung bagi keamanan nasional Mesir dan Libya sendiri serta Arab secara umum.

“Tujuan utama upaya Mesir di semua tingkatan menuju Libya adalah mengaktifkan kehendak bebas rakyat Libya untuk masa depan yang lebih baik bagi negara mereka dan untuk generasi masa depan anak-anak mereka,” ujarnya dalam pertemuan dengan para syekh dan pemuka sejumlah besar suku Libya, Kamis (16/7/2020).

Dalam pertemuan yang mengangkat slogan “Mesir dan Libya adalah satu orang dan satu takdir” itu Presiden Mesir menyatakan bahwa “garis merah” yang dia umumkan sebelumnya adalah seruan untuk perdamaian dan demi mengakhiri konflik di Libya.

El-Sisi kemudian bersumbar, “Mesir memiliki pasukan terkuat di kawasan sekitar dan benua Afrika, serta mampu mengubah kancah militer dengan cepat dan tegas di Libya jika mereka ingin melakukannya.”

El-Sisi memastikan kehadiran pihak asing telah meningkat ketegangan di Libya, terutama setelah Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) menandatangani perjanjian dengan Turki.

Menurutnya, perjanjian ini mendorong Turki untuk mendirikan pangkalan angkatan laut dan udara di Libya, selain mendatangkan pasukan bayaran untuk membantu pasukan GNA mengendalikan minyak Libya dan mengancam keamanan negara-negara sekitar.

Baca: LNA Nyatakan Perang akan Berkobar di Sirte dan Al-Jafra pada “Beberapa Jam” Mendatang

Dia juga mengatakan, “Ketika pasukan Mesir nanti memasuki Libya, bendera Libya akan dipegang oleh para sesepuh suku.”

Kepada para sesepuh suku-suku Libya El-Sisi menegaskan, “Kami akan memasuki Libya atas permintaan Anda, dan kami akan keluar juga atas perintah dari Anda.”

Baca: Pakar: Pasukan Mesir Mulai Persiapkan Operasi Militer Besar di Libya

Di pihak lain, para syekh dan tokoh suku-suku Libya menyatakan otorisasi penuh mereka kepada El-Sisi dan Angkatan Bersenjata Mesir untuk campur tangan demi apa yang mereka sebut melindungi kedaulatan Libya, mengambil semua langkah pengamanan kepentingan keamanan nasional Libya dan Mesir, menghadapi tantangan bersama, dalam rangka mengkonsolidasikan seruan parlemen Libya agar Mesir campur tangan untuk melindungi rakyat Libya dan menjaga kesatuan dan integritas negaranya. (mm/sputnik/amn)

DISKUSI: