Setelah dengan China, Iran Berkemungkinan Jalin Kesepakatan Jangka Panjang dengan Rusia

0
203

Teheran, LiputanIslam.com –   Setelah menjalin perjanjian kerjasama jangka panjang dengan China, Iran selanjutnya berharap dapat menjalin perjanjian serupa dengan Rusia.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Mojtaba Zonnour, Senin (29/3), mengatakan, “Kami juga menginginkan penandatangan perjanjian dengan Rusia seperti yang telah kami tandatangani bersama China, yang praktis akan menjadi peta jalan bagi kerjasama ekonomi yang mengikat pada jangka panjang.”

Menurutnya, perjanjian demikian juga merupakan opsi efektif untuk menghadapi sanksi AS dan Eropa terhadap Iran.

Belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah tentang apa yang dikatakan Zonnour tersebut, namun ada dugaan bahwa Menlu Rusia Sergey Lavrov akan berkunjung ke Teheran dalam waktu dekat.

Sabtu lalu Iran dan China melalui menlu masing-masing di Teheran meneken perjanjian kerjasama berjangka waktu 25 tahun. Perjanjian ini membuka jalan bagi investasi China di Iran senilai miliaran dolar serta ekspor minyak Iran ke China dengan harga yang menguntungkan. Selain itu, disebut-sebut pula adanya perencanaan serupa di bidang militer.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut perjanjian itu sebagai proyek penting dan strategis untuk pertumbuhan ekonomi di Iran dan jaminan stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Perjanjian Iran-China tersebut diteken ketika Iran menghadapi berbagai kendala ekonomi akibat sanksi yang diterapkan AS terhadapnya sejak tahun 2018, sementara Presiden baru AS Joe Biden tampak tidak ingin segera mencabut sanksi yang dijatuhkan pendahulunya, Donald Trump, itu. (mm/mna/raialyoum)

Baca juga:

Sputnik: Segi Tiga Strategis Rusia, China, dan Iran Terbentuk, Nada Permusuhan AS Meningkat

Iran-China Jalin Kerjasama, Upaya Washington Isolasi Teheran Gagal

DISKUSI: