Setelah 11 Tahun, Menhan Suriah dan Menhan Turki Adakan Pertemuan di Moskow

0
355

Moskow, LiputanIslam.com   Menhan Turki Hulusi Akar dan Menhan Suriah Ali Mahmoud Abbas bertatap muka dalam rangka pertemuan mereka dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Moskow, ibu kota Rusia, Rabu (28/12).

Peristiwa ini tercatat sebagai pertemuan resmi pertama tingkat menhan antara Ankara dan Damaskus sejak pecahnya konflik di Suriah pada tahun 2011.

Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan menyebutkan, “pembicaraan segi tiga itu berlangsung di Moskow antara menteri pertahanan Federasi Rusia, Republik Arab Suriah dan Republik Turki.”

Kemhan Rusia menyatakan bahwa pembicaraan antara Shoigu, Akar, dan Mahmoud Abbas menyorot “mekanisme penyelesaian krisis Suriah dan masalah pengungsi,” serta “upaya bersama memerangi kelompok-kelompok ekstremis. ”

Kemhan Rusia menambahkan bahwa semua pihak menilai dialog dalam bentuk yang telah diadakan itu konstruktif, dan menekan kebutuhan untuk melanjutkannya demi membangun stabilitas di Suriah.

Kantor Berita Arab Suriah, SANA, melaporkan bahwa dalam pembicaraan segi tiga itu mereka membahas solusi di Suriah, masalah pengungsi dan upaya pemberantasan terorisme, serta menekankan pentingnya melanjutkan dialog untuk menstabilkan situasi di kawasan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Turki menyatakan pertemuan tersebut diadakan dalam “suasana positif”.

Pertemuan itu adalah yang pertama kalinya di tingkat menteri antara Turki dan Suriah sejak pecahnya krisis Suriah pada 2011, yang berdampak pada ketegangan hubungan antara Ankara dan Damaskus.

Para menteri luar negeri kedua negara telah mengadakan percakapan informal singkat di sela-sela KTT regional yang diadakan pada tahun 2021, dan Ankara sebelumnya telah mengakui adanya komunikasi di tingkat dinas intelijen.

Menurut media Turki, direktur dinas intelijen Turki, Hakan Fidan, hadir di Moskow pada Rabu.

Pertemuan antara Akar dan Abbas terjadi manakala Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan belakangan mengancam akan  melancarkan serangan militer terhadap kelompok Kurdi di Suriah utara.

Pekan lalu, Akar menyatakan bahwa Ankara melakukan kontak dengan Moskow untuk “membuka wilayah udara Suriah” bagi jet tempur Turki.

Pada awal 2011, Suriah dilanda pemberontakan dan terorisme, yang kemudian memanaskan hubungan antara negara ini dengan Turki karena  Ankara menentang keras pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan mendukung oposisi Suriah.

Pemberontakan dan terorisme di Suriah telah menyebabkan kematian sekitar setengah juta orang, menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan sektor produktif, dan  menyebabkan jutaan orang mengungsi di dalam dan luar negeri.

Namun, Turki yang mengerahkan pasukannya di Suriah, belakangan mengubah sikapnya terhadap Damaskus di tengah upaya Turki memperkuat hubungannya dengan negara-negara Arab.

Erdogan yang pernah berulang kali menyebut Al-Assad sebagai “pembunuh”, bulan lalu menyatakan tak tertutup “kemungkinan” mengadakan pertemuan dengannya.  Pada pertengahan Desember lalu Erdogan menyebutkan bahwa pertemuan itu mungkin akan diadakan usai pertemuan di tingkat menteri pertahanan dan luar negeri. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Memperolok Warga Muslim Syiah, Stasiun TV Al-Jadeed di Lebanon Dilempar Bom Molotov

Hizbullah: Faktor Krisis Lebanon adalah Tunduknya Sebagian Pihak kepada Dikte AS

DISKUSI: