Serangan Terbaru Ansarullah ke Saudi Membuat AS Meradang

0
123

Washington, LiputanIslam.com –  Serangan terbaru gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman terhadap Arab Saudi memancing kecaman Amerika Serikat (AS) dan seruannya agar Ansarullah berhenti bekerjasama dengan Iran.

Menlu AS Mike Pompeo dalam sebuah statemennya yang dirilis Kamis (29/10/2020) menyatakan, “Kami mengecam serangan yang dilakukan Houhi kemarin ke Saudi dengan dukungan Iran. Serangan ini menyasar Riyadh secara membabi buta dan membahayakan warga sipil yang tak berdosa, termasuk orang Amerika.”

Pompeo tidak menyebutkan operasi serangan yang dia sebutkan dalam statemen itu, sementara Saudi Rabu lalu juga tidak mengumumkan pihaknya telah menggagalkan serangan Ansarullah ke Riyadh.

Dia menambahkan, “Selama bertahun-tahun Saudi menghadap serangan sembrono seperti ini, dan dalam  seminggu terakhir mereka melancarkan serangan hampir setiap hari. Eskalasi yang tidak bertanggung jawab ini bertepatan dengan pernyataan keinginan Houthi untuk memperkuat hubungan mereka dengan Iran.”

Menlu AS menyebutkan bahwa Teheran minggu ini “secara diam-diam” mengirim anggota pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hassan Erlo, ke Sanaa, ibu kota Yaman, di mana dia mengambil alih kekuasaan duta besar Iran untuk Yaman.

“Tindakan ini menunjukkan bahwa Houthi tidak menganggap serius upaya untuk menemukan solusi damai untuk membangun perdamaian di Yaman,” klaimnya.

Dia kemudian menegaskan, “AS meminta Iran menghentikan penyelundupan senjata ke Houthi, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan memungkinkan mereka untuk mengambil langkah agresif terhadap Yaman dan tetangganya, termasuk Arab Saudi.”

Di halaman Twitter-nya, Pompeo juga membuat pernyataan dengan menuliskan, “Kami mengutuk serangan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi, dan yang mengancam stabilitas regional dan membahayakan nyawa warga sipil yang tidak bersalah, termasuk orang Amerika. Houthi harus berhenti bekerja dengan Iran, berhenti mengancam keamanan regional, dan harus bekerja untuk membantu rakyat Yaman. (mm/rta)

Baca juga:

Ansharullah Sebut AS dan Saudi Bertanggung Jawab atas Diterornya Menteri Yaman

Gelar Muktamar Akbar, Para Ulama Yaman Kutuk Rezim Sudan dan Presiden Prancis

DISKUSI: