Gelar Muktamar Akbar, Para Ulama Yaman Kutuk Rezim Sudan dan Presiden Prancis

0
114

Sanaa, LiputanIslam.com –  Para alim ulama Yaman dalam sebuah muktamar akbar yang digelar di Sanaa, ibu kota Yaman, Ahad (25/11/2020), mengutuk keputusan rezim Sudan mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Selain itu mereka juga mengutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait dengan penistaan terhadap Nabi Muhammad saw.

Para ulama yang berdatangan dari berbagai provinsi di Yaman itu menyerukan kebangkitan bangsa-bangsa Arab dan Islam melawan normalisasi hubungan dengan Israel, dan menyebut rezim Sudan telah ikut menikam dan mengkhianati Palestina sebagaimana telah diperbuat oleh rezim UEA dan Bahrain.

Alim ulama Yaman juga mengutuk pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah membela para penista Islam dan Nabi Muhammad saw. Mereka menilai Macron memprovokasi dan meremehkan perasaan umat Islam atas nama kebebasan berekspresi.

Sanaa dalam beberapa hari ini sedang bersiap menyelenggarakan rapat akbar Maulid Nabi Muhammad saw, yang tampaknya akan menjadi momentum untuk memperlihatkan penolakan mereka secara besar-besaran terhadap maraknya aksi penistaan Islam dan Nabi Muhammad saw di Prancis belakangan ini.

Bersamaan dengan ini, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Al-Houthi menyerukan pertemuan Dunia Islam untuk menunjukkan penolakan terhadap penistaan tersebut dan menggalang petisi yang menuntut pemidanaan penista agama dan nabi. (mm/alalam)

Baca juga:

Sanaa: Normalisasi Justru akan Perparah Kondisi Sudan

Remaja Gugur Dihajar Pasukan Zionis, Faksi-Faksi Palestina Kutuk UEA, Bahrain, dan Sudan

DISKUSI: