Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Sepupu Moammad Gaddafi Peringatkan Erdogan: Kami Bisa Jangkau Istanbul

Published 27/06/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Kairo, LiputanIslam.com –  Pejabat politik Front Perjuangan Nasional Libya Ahmed Gaddaf Al-Dam yang  juga sepupu mantan presiden Libya mendiang Moammar Gaddafi menyatakan Mesir berhak membela diri terkait konflik Libya, karena banyak serangan teror bom yang terjadi di Mesir berasal dari Libya.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News Arabia, Kamis (25/6/2020), Qaddaf Al-Dam memprediksi sepak terjang dan campur tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Libya akan berakhir gagal.

“Mesir tunduk pada perang yang terorganisir sebagai negara Arab, dan memiliki hak untuk mempertahankan diri ketika garis merahnya dilanggar. Bagi kami, garis merah kami ada di Zuwara dan Tobruk, dan jika orang Turki meluas ke Libya, kamipun dapat menjangkau Istanbul, terutama karena kami memiliki sekutu di Turki,” ancam al-Dam.

Al-Dam juga menyebut Turki “terseret ke dalam perangkap di Libya” dan menilai Erdogan sebagai ambisius berilusi menjadi khalifah dan mengembalikan kejayaan Imperium Ottoman.

Seperti diketahui, negara Libya yang kaya minyak dilanda kekacauan sejak peristiwa pemberontakan yang didukung NATO berhasil menggulingkan dan membunuh Muammar Gaddafi pada tahun 2011.

Selanjutnya, sejak tahun 2014 Libya dikeruhkan oleh perang kekuasaan antarkubu yang bersaing; satu adalah kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (Government of National Accord/GNA) yang dipimpin Fayez al-Sarraj dan berbasis di Tripoli; dan yang lain adalah  Tentara Nasional Libya (Libyan National Army/LNA) yang terdiri atas kelompok-kelompok milisi yang dipimpin Marsekal Lapangan Khalifa Haftar dan berbasis di wilayah timur Libya.

Kedua pihak terlibat perang yang tak jarang mengundang kekuatan dari luar serta banjir senjata asing dan pasukan bayaran.

LNA didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Rusia, sementara GNA didukung Turki.

Pada April lalu LNA melancarkan serangan untuk mencoba merebut Tripoli dari GNA, namun dalam pertempuran selama beberapa pekan terakhir  ini mereka mundur dari sebagian besar Libya barat setelah Turki meningkatkan dukungan militernya kepada FNA.

Perkembangan ini mendorong Mesir untuk mengisyaratkan kemungkinannya terlibat langsung dalam konflik Libya, dan kemudian Turki menanggapinya dengan pernyataan tak akan mundur dari dukungannya kepada GNA meskipun Mesir ikut terjun dalam konflik. (mm/amn/aljazeera)

Baca juga:

Turki Mengaku Tak Akan Mundur Meskipun Mesir Terlibat dalam Perang Libya

Ketua Parlemen Libya Timur Serukan Intervensi Militer Mesir

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account