Ketua Parlemen Libya Timur Serukan Intervensi Militer Mesir

0
46

Aguila Saleh (kiri) bersama Abdel Fattah El-Sisi (tengah).

Benghazi, LiputanIslam.com –  Kepala parlemen yang berbasis di bagian timur Libya, Aguila Saleh, mendesak Mesir untuk menanggapi secara militer jika pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan sekutunya, pasukan Turki dan militan yang berdatangan dari Suriah, menyerang kota strategis Sirte.

Seperti dikutip oleh kantor berita resmi Mesir, MENA, Rabu (24/6/2020), Saleh menyatakan bahwa intervensi Mesir di Libya akan menjadi “sah … jika teroris dan milisi bersenjata melewati garis merah”.

Dia menambahkan, “Rakyat Libya secara resmi meminta Mesir untuk campur tangan dengan pasukan militer jika hal ini diperlukan untuk menjaga keamanan nasional Libya dan keamanan nasional Mesir.”

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sendiri pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa serangan terhadap kota Sirte ataupun daerah Jufra tak ubahnya dengan melangkahi “garis merah”.

Baca: Presiden El-Sisi Isyaratkan Kemungkinan Turunnya Pasukan Mesir ke Libya

Dia lantas memperingatkan bahwa Mesir yang menyokong Tentara Nasional Libya (LNA) dalam perang melawan GNA dapat melakukan intervensi militer untuk melindungi perbatasan baratnya dengan negara kaya minyak itu.

Menanggapi pernyataan ini, GNA menyebut el-Sisi telah  menyampaikan “deklarasi perang”.

Senin lalu seorang pejabat anonim Turki menyatakan bahwa intervensi militer Mesir di Libya tidak akan menghalangi dukungan Turki kepada sekutunya di Libya.

Baca: Turki Mengaku Tak Akan Mundur Meskipun Mesir Terlibat dalam Perang Libya

“Pernyataan El-Sisi tidak berdasar … Turki dan Libya tidak akan menyimpang dari tekad mereka,” katanya. (mm/aljazeera/amn)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: