Sekjen PBB Laporkan Rudal yang Dipakai Untuk Menyerang Saudi Berasal dari Iran

0
216

Asap dari fasilitas minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi pada 14 September 2019. (Photo by AFP)

NewYork, LiputanIslam.com –  Rudal jelajah yang digunakan dalam beberapa serangan terhadap fasilitas minyak dan sebuah bandara internasional di Arab Saudi  pada tahun lalu adalah “asal Iran,” demikian dinyatakan Sekjen  PBB Antonio Guterres dalam sebuah laporannya kepada Dewan Keamanan.

Dalam laporan yang didapat oleh Reuters, Kamis (11/6/2020), Guterres mengatakan beberapa item dalam penyitaan senjata oleh AS dan material terkait pada November 2019 dan Februari 2020 adalah “asal Iran”.

Menurutnya, beberapa item memiliki karakteristik desain yang mirip dengan apa yang juga diproduksi oleh entitas komersial di Iran, atau memiliki tanda-tanda Farsi, dan beberapa diantaranya dikirim ke negara itu antara Februari 2016 dan April 2018.

Guterres mengatakan bahwa “barang-barang ini mungkin telah diserah-terimakan dengan cara yang tidak konsisten” dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2015 yang mengabadikan kesepakatan Teheran dengan kekuatan dunia yang mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.

Sekjen PBB menyatakan bahwa organisasi ini telah memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi di Afif pada bulan Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, dan di fasilitas minyak Saudi Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.

“Sekretariat menilai bahwa rudal jelajah dan atau bagian-bagiannya yang digunakan dalam empat serangan berasal dari Iran,” tulis Guterres.

Dia juga menyebutkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan Mei dan September adalah “asal Iran”.

AS mendesak dewan yang beranggotakan 15 negara itu untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran yang akan berakhir Oktober mendatang di bawah kesepakatan nuklir.

Baca: Pertama Kali, Saudi Resmi Akui Kerjasamanya dengan Israel

Di pihak lain, Rusia dan Cina, dua di antara lima negara pemegang hak veto, telah mengisyaratkan penentangan mereka terhadap langkah tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Iran di PBB membantah laporan Guterres tersebut sembari mengingatkan bahwa senjata mematikan AS-lah yang telah membunuhi orang-orang tak berdosa di Yaman dan lain-lain.

Baca: Iran Membuat lagi Replika Kapal Induk AS untuk Latihan Perang

Perwakilan Iran juga menyayangkan apa yang menurutnya merupakan masalah serius, ketidak akuratan dan kontradiksi dalam laporan Sekjen PBB tentang implementasi Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB mengenai “ hubungan Iran dengan ekspor senjata atau bagian-bagian yang digunakan dalam serangan terhadap Arab Saudi”. (mm/aljaeera/alalam)

DISKUSI: