Pertama Kali, Saudi Resmi Akui Kerjasamanya dengan Israel

0
120

Riyadh, LiputanIslam.com –  Sebuah cuitan di akun Twitter milik Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) di Washington telah membangkitkan polemik luas di media sosial Arab, karena cuitan itu tak ubahnya dengan pengakuan resmi Saudi untuk pertama kalinya dalam menggalang normalisasi hubungan Arab dengan Rezim Zionis Israel.

Akun “Arabia Now” milik kedubes Saudi tersebut dalam sebuah postingannya menyebutkan bahwa Kabinet Arab Saudi menyetujui perusahaan Check Point milik Israel untuk menerima misi pengaturan sistem informasi dalam Proyek NEOM yang dicanangkan oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Aktivis media sosial Saudi pengguna akun ternama “mujtahidd” menyatakan bahwa statemen dari Kedubes Saudi itu dalam waktu dekat akan disusul dengan pernyataan-pernyataan resmi selanjutnya dari pihak-pihak lain yang lebih merepresentasikan otoritas Saudi.

Baca: Sanjungan Israel atas Program Antariksa UEA, Pertanda Lain Normalisasi Hubungan

Sementara itu, mengenai rencana Israel menganeksasi beberapa bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menyebutnya sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengancam proses perdamaian Israel-Palestina.

Baca: Palestina Puji Tanggapan Jaksa ICC Terkait Rencana Aneksasi Israel di Tepi Barat

Kepada para menteri luar negeri pada pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membahas tanggapan atas rencana aneksasi tersebut, Faisal mengatakan bahwa rencana yang diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu merupakan “eskalasi berbahaya yang mengancam peluang untuk melanjutkan kembali proses perdamaian untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan, dan karena itu Saudi mengecam dan menolaknya. (mm/alalam/an)

DISKUSI: