Sekjen Jihad Islam Palestina; Tertekan, Israel Upayakan Gencatan Senjata

0
211

Gaza, LiputanIslam.com  Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad al-Nakhalah mengumumkan bahwa jika Israel tidak mematuhi apa yang telah disepakati melalui mediator Mesir, maka PIJ akan melanjutkan pertempuran.

Dia menyebut Israel tertekan oleh serangan balasan para pejuang Palestina, yang telah memaksanya membebaskan tahanan Khalil al-Awda dan tokoh Bassam al-Saadi.

Menurut al-Nakhalah,  Rezim Zionis Israel adalah pihak yang bersikeras mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataan yang disampaikan saat perjanjian gencatan senjata mulai diberlakukan pada Ahad malam (7/8) pukul 23.30 waktu Palestina, Al-Nakhala mengatakan, “Saya merunduk di hadapan para syuhada besar rakyat kami, yang dipimpin oleh para komandan besar mujahidin.”

Dia menegaskan, “Kubu resistensi Palestina di Jalur Gaza, terutama PIJ, telah mencetak prestasi. PIJ sekarang lebih kuat, dan semua kota musuh berada dalam jangkauan roket kubu resistensi. Kami bergerak untuk membela persatuan bangsa, sementara rezim pendudukan melancarkan agresinya untuk menumpas PIJ dan Brigade Al-Quds, tapi kami malah tampil lebih kuat dari sebelumnya.”

Dia menyebutkan bahwa sebanyak 58 permukiman sekarang berada dalam jangkauan serangan roket Brigade Al-Quds, selain kota-kota Tel Aviv, Ashkelon, Eshdod dan lain-lain di wilayah pendudukan, dan bahwa PIJ “menguasai medan militer dan di atas angin.”

Al-Nakhala memperingatkan, “Jika musuh tidak konsisten pada apa yang telah kami sepakati melalui mediator Mesir maka kami akan mulai lagi pertempuran.”

Dia juga mengatakan, “Brigade Al-Quds menggunakan rudal yang menargetkan semua permukiman Israel.  Jika Jalur Gaza yang terblokade saja dapat memaksakan persyaratannya pada rezim pendudukan, lantas bagaimana dengan kubu resistensi Islam di Lebanon.”

Al-Nakhalah berterima kasih kepada Iran atas dukungan negara republik Islam ini kepada bangsa Palestina.

“Selama 50 jam pertempuran, kami bersikeras untuk menetapkan perimbangan bahwa kubu resistensi berada di atas angin, dan musuh gagal mengalahkan PIJ. Apa yang telah dicapai adalah kemenangan bagi bangsa Palestina, dan kami akan melindungi pencapaian ini dan menaruh hormat kepada Tepi Barat. Kami adalah kalian, dan kalian adalah kami.”

Al-Nahala mengatakan, “Tema ‘kesatuan medan-medan pertempuran’ meskipun sederhana, namun esensinya sangat besar, dan kami berjuang untuk membangun dan melindungi slogan ini.  Kami dan saudara-saudara di Hamas dan berbagai faksi lain berada dalam aliansi terus-menerus , dan musuh tak dapat dapat memisahkan kita.”

Dia juga mengatakan, “Hamas tidak ikut campur dalam pertempuran, tapi Hamas adalah tulang punggung bagi kubu resistensi, dan kami akan mempertahankan persatuan kami.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Gencatan Senjata Diberlakukan, Israel Perlunak Pernyataannya

Tanggapi Perang di Gaza, Atwan: Palestina Siapkan Kejutan Menakutkan untuk Israel

DISKUSI: