Gencatan Senjata Diberlakukan, Israel Perlunak Pernyataannya

0
230

Gaza, LiputanIslam.com   Tentara Israel pada Minggu malam mengumumkan telah melancarkan serangan di posisi-posisi Jihad Islam Palestina (PIJ) di Gaza sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada 23.30 waktu Palestina, bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.

Tentara Israel awalnya mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap posisi PIJ tak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku.  Tapi mereka kemudian mengubah pernyataannya, dan menekankan bahwa mereka melancarkan serangan “pada pukul 23.25” waktu setempat, sembari menyebutkan, “Ini adalah serangan terakhir oleh tentara sebelum gencatan senjata, yang mulai berlaku pada pukul 23:30.”

Di Gaza, gerakan Jihad Islam mengumumkan pihaknya akan mematuhi waktu yang diumumkan untuk dimulainya gencatan senjata, tapi juga menekankan haknya untuk “menanggapi setiap agresi Zionis.”

Pada Minggu malam, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik “upaya intensif” yang dilakukan Mesir untuk pengumuman perjanjian gencatan senjata antara faksi-faksi Palestina dan Israel di Jalur Gaza.

Dikutip kantor berita resmi Palestina,WAFA, Abbas memuji sikap berkelanjutan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi “dalam mendukung bangsa Palestina dan tujuan mereka yang adil.”

“Upaya ini berkontribusi menenangkan keadaan dan mengurangi penderitaan yang dialami rakyat Palestina sebagai akibat dari agresi ini, di Quds, Gaza, dan di wilayah Palestina lainnya,” ungkap Abbas.

Mesir mengumumkan bahwa PIJ dan Israel telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif di Jalur Gaza, yang mulai berlaku pada Ahad malam pukul 11:30 waktu Palestina, setelah gelombang ketegangan yang berlangsung selama tiga hari.

PIJ  juga secara resmi mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza, sembari menegaskan “hak kami membalas setiap agresi Israel.”

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan sebanyak 43 warga Palestina, termasuk 11 anak kecil dan 4 wanita, gugur syahid akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Jumat sore.

Israel melancarkan serangkaian serangan udara secara intensif  di Jalur Gaza, yang dimulai dengan pembunuhan seorang pemimpin militer terkemuka PIJ, Taysir al-Jabari.

PIJ dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya membalas  dengan menembakkan ratusan roket dari Jalur Gaza ke wilayah Israel, yang sebagian di antaranya tercegat oleh sistem Kubah Besi Israel.

Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza sejak pertengahan 2007, tidak menyatakan pihaknya terlibat dalam peluncuran roket ke Israel.

Konfrontasi selama tiga itu adalah yang terparah setelah pertempuran Mei 2021 yang berlangsung selama 11 hari dan menewaskan lebih dari 255 warga Palestina dan 13 orang Israel, dan juga berakhir dengan mediasi Mesir. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Tanggapi Perang di Gaza, Atwan: Palestina Siapkan Kejutan Menakutkan untuk Israel

[Video:] Korban Gugur Serangan Israel Bertambah Menjadi 24 Orang, Palestina Terus Membalas

DISKUSI: