Sekjen Jihad Islam Palestina Puji Iran dan Sebut Rekonsialisi Palestina Sia-Sia

0
190

Beirut, LiputanIslam.com  Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhalah menegaskan menegaskan  bahwa Palestina adalah hak  bangsa Palestina sendiri, dan memuji pendirian Iran dalam masalah ini.

Dalam sebuah wawancara eksklusif di saluran Al-Jazeera, Ahad malam (23/10), Al-Nakhalah menyebutkan bahwa proyek Zionis adalah untuk memusnahkan bangsa Palestina.

“Ketika kita memahami dengan baik dan menyadari proyek Zionis, kita dapat mempersiapkan alat untuk menghadapinya dengan lebih baik,” ungkapnya.

Dia menilai Israel memperlakukan Tepi Barat sebagai gudang bagi pekerja, dan menyebut rezim Zionis itu sebagai kekuatan yang membunuh, menghancurkan dan menangkap, sementara otoritas Palestina malah melayani rezim pendudukan dan dibayar untuk itu sehingga rekonsiliasi Palestina menjadi sia-sia dan “membuang-buang waktu” karena segala sesuatunya dilakukan sesuai persetujuan Israel.

Mengenai Iran, dia menyebut negara republik islam sebagai sekutu PIJ dan bangsa Palestina karena memiliki pendirian yang tegas, memusuhi Israel dan gigih menyokong perlawanan Palestina.

“Kami dan Iran dalam satu aliansi, Iran menyokong resistensi dan mendukungnya secara politik, semua gerakan Islam semula mendukung revolusi Islam Iran, tapi kemudian banyak yang berubah (sikap),” ujarnya.

Al-Nakhalah menambahkan, “Iran anti AS dan Israel, menyokong resistensi, sementara rezim-rezim resmi Arab bersekutu dengan Israel dan Barat, tak mendukung resistensi. Jadi, Iranlah negara yang menyokong  gerakan Jihad Islam dan semua faksi resistensi Palestina.”

Mengenai dukungan Iran itu sendiri, Sekjen PIJ mengatakan, “Dukungan Iran kepada kami terbatas, tak memenuhi apa yang dibutuhkan oleh gerakan (PIJ) ini, seandainya ada dukungan yang lebih niscaya jihad akan lebih baik daripada apa yang kita lihat. Hamas mendapat porsi dukungan lebih banyak, mengingat bahwa Hamas adalah organisasi yang lebih besar.”

Dia menilai sangatlah berlebihan anggapan sementara orang bahwa Iran mengendalikan aneka peristiwa di lapangan dan peperangan Gaza melawan Israel.

Al-Nakhala lantas mengecam normalisasi hubungan Arab dengan Israel. Dia mengatakan, “Arab bergegas menuju normalisasi hubungan dengan Israel, sedangkan Iran justru bereskalasi anti rezim pendudukan ini. Saya tidak dalam posisi membela mereka (Iran), mereka toh bisa membela diri.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ketika “Drone Iran” Mengubah Suasana Perang Ukraina

Wasiat al-Tamimi Serukan Perlawanan Bersenjata kepada Israel

 

DISKUSI: