Sekjen Hizbullah: Kita Sedang Menyongsong Saat-Saat yang Menentukan Soal Perselisihan Perbatasan dengan Israel

0
179

Beirut, LiputanIslam.com  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Lebanon sedang menyongsong “saat-saat yang menentukan” terkait dengan sengketa perbatasan dengan Israel serta tindakan Israel secara sepihak mengekstrasi migas di zona sengketa.

Dalam pidatonya pada peringatan Maulid Nabi saw, Milad Imam Jakfar al-Shadiq ra dan Pekan Persatuan Islam, Selasa (11/10), dia menjelaskan, “Selama beberapa minggu terakhir, kami memantau sikap-sikap yang saling bertentangan dan saling menuduh, ada perpecahan tajam dalam sikap Israel, dan kami akan menunggu sampai perunding Israel pergi ke Naqoura dengan mekanisme yang disepakati di mana kita dapat mengatakan bahwa ada suatu kesepakatan atau kesepahaman.”

Dia menambahkan: “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan lusa.. Kita harus berhati-hati karena ada orang yang dapat mengubah pendapatnya setiap saat, dan negosiasi itu berat dan sulit.”

Mengenai peringatan yang pernah dilakukan Hizbullah terhadap Israel dengan menerbangkan drone ke ladang gas Karish di zona sengketa, Sayid Nasrallah mengatakan, “Setelah drone, kita tak perlu mengirim yang lain-lain, atau melakukan manuver, sebab tujuan saat itu ialah memberi pemahaman kepada musuh bahwa kubu resistensi serius…. Bagi kami di kubu resistensi, laut kami (Lebanon) membentang hingga ke Gaza, dan ketika nanti Palestina merdeka, kita tak kan berselisih dengan saudara kita orang-orang Palestina mengenai perbatasan maritim.”

Mengenai kemelut Palestina, Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa “apa yang terjadi di Tepi Barat mengejutkan entitas musuh dan semua kekuatan politiknya.”

Dia menjelaskan, “Banyak hal yang dilakukan pihak resistensi serta disaksikan, didengar dan disadari oleh Israel, dan tidak dilihat oleh orang melalui kegiatan yang menyampaikan pesan… Pejuang resistensi di Tepi Barat sekarang memerlukan semua bentuk solidaritas; politik, propaganda dan kerakyatan.”

Dia menilai para pejuang di Tepi Barat memiliki kemampuan untuk mengubah perimbangan dan membekukan banyak impian Israel.

Mengenai keputusan Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, untuk memulihkan dan memperkuat hubungan dengan Suriah, Sayid Nasrallah menilainya sebagai keputusan yang berani, bijaksana dan sehat serta diharapkan oleh Poros Resistensi dengan semua elemen pemerintahan, tentara dan faksi pergerakannya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Analis Israel: Tak Ada yang Bisa Analisis Isi Kepala Sekjen Hizbullah

Lebanon Sebut Peluang Terwujudnya ‘Kesepakatan Historis’ dengan Israel

 

 

DISKUSI: