Sejumlah Kota di Maroko Dilanda Demo Anti-Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
123

Rabat, LiputanIslam.com   Ribuan warga Maroko, Sabtu (24/12), menggelar unjuk rasa di sejumlah kota menentang normalisasi hubungan negara ini dengan Israel, bertepatan dengan berlalunya dua tahun sejak Rabat melanjutkan hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv.

Front Maroko untuk Mendukung Palestina dan Menentang Normalisasi dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa aksi itu merupakan “protes terhadap perjanjian normalisasi dengan Israel pada kesempatan ulang tahun keduanya.”

Pada 10 Desember 2020, Israel dan Maroko mengumumkan dimulainya kembali hubungan diplomatik antara kedunya setelah dihentikan pada tahun 2000.

Pada tanggal 22 di bulan yang sama, pemerintah Maroko menandatangani “deklarasi bersama” dengan Israel dan AS dalam kunjungan pertama delegasi resmi Israel-AS ke Rabat, ibu kota Maroko.

Para demonstran Maroko menegaskan  bahwa “mereka menolak segala bentuk normalisasi, dan memberikan dukungan tanpa syarat untuk resistensi Palestina.”

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan dukungan untuk Masjid Al-Aqsa, dan menekankan eratnya hubungan orang-orang Maroko dengan Masjid Al-Aqsa.

Unjuk rasa anti Israel di Maroko itu melanda beberapa kota, antara lain Berkane, Oujda, Meknes, Casablanca, Khouribga, El Jadida, Beni Mellal, Tangiers, Errachidia, Agadir, Taza, Safi dan Mohammedia.

Menurut pernyataan tersebut, aksi ini merupakan “kesempatan untuk memperbaharui penolakan mutlak rakyat terhadap normalisasi dengan entitas Zionis, dan untuk menuntut penggulingannya.”

Tayeb Midhmadh, koordinator gerakan Front Maroko dalam Mendukung Palestina dan Melawan Normalisasi, yang dilaporkan mencakup 15 organisasi politik, serikat pekerja dan hak asasi manusia, mengatakan protes nasional ini menyampaikan pesan bahwa seluruh bangsa negara ini menentang keras normalisasi dengan Israel. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Netanyahu akan Bentuk Kabinet Paling Radikal dalam Sejarah Israel

Satu Pemuda Palestina Gugur Setelah Menabrak Dua Polisi Israel

DISKUSI: