Netanyahu akan Bentuk Kabinet Paling Radikal dalam Sejarah Israel

0
108

TelAviv,LiputanIslam.com– Menurut pemberitaan media-media Israel, Benyamin Netanyahu bisa jadi membentuk kabinet paling radikal dalam sejarah Rezim Zionis, menyusul bocornya sejumlah detail kesepakatan Netanyahu dengan partai-partai sayap kanan radikal untuk membentuk Kabinet Aliansi.

Media-media Israel mengabarkan, Netanyahu telah memberi lampu hijau kepada Pemimpin Partai Otzma Yehudit, Itamar Ben-Gvir untuk menjalankan hukuman eksekusi.

Kanal 13 Israel melaporkan bahwa Netanyahu telah menyetujui permintaan Ben-Gvir soal upaya pengesahan UU untuk menghukum mati para pelaku operasi perlawanan rakyat Palestina.

Media juga memberitakan pengesahan UU dalam rangka memberikan dukungan penuh kepada Tentara dan serdadu Israel, perluasan Negev dan Galilea, serta melakukan sejumlah reformasi di instansi yudikatif.

Menurut media-media Zionis, kabinet sayap kanan radikal baru ini akan mendapatkan kucuran anggaran, yang konon adalah yang terbesar hingga saat ini. Anggaran ini akan digunakan untuk memperluas pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat. Harian Israel Hayom menulis, ”Keputusan ini adalah bagian dari kesepakatan aliansi antara Partai Likud dan Zionisme Religius.”

Kanal 12 Israel membocorkan bahwa Netanyahu berjanji kepada Pemimpin Partai Zionisme Religius, Bezalel Smotrich untuk memaksakan kedaulatan Rezim Zionis atas seluruh Tepi Barat.

Berdasarkan kesepakatan antara Netanyahu dan Smotrich, Kabinet Israel akan mengintegrasikan seluruh Tepi Barat dan meyahudikan kawasan Galilea. Sesuai kesepakatan ini, hanya Perdana Menteri yang berhak memberikan izin perdana untuk memulai pembangunan permukiman. Selain itu, kesepakatan ini juga memberi hak kepada Smotrich untuk mengawasi pelaksanaan proyek.

Di saat para anggota kabinet sayap kanan bentukan Netanyahu ini akan mengucapkan sumpah di Parlemen Israel pada Senin besok, mantan Menkeu Israel, Avigdor Lieberman meyakini bahwa aliansi yang dibuat Netanyahu “tidak akan bertahan lama”.

Menurut Lieberman, Netanyahu sebenarnya enggan berurusan dengan Ben-Gvir dan Smotrich dan hanya memanfaatkan mereka. Setelah semua proyeknya disahkan, Netanyahu disebut akan meninggalkan dua sekutunya ini. Lieberman meramalkan bahwa dalam Kabinet baru ini, akan terjadi tsunami politik-ekonomi di Rezim Zionis. (af/alalam)

DISKUSI: