Sebut Darah Orang Yaman Tak Murah, Sanaa: Serangan Selanjutnya ke UEA akan Lebih Mengerikan

0
511

Sanaa, LiputanIslam.com –   Menhan Yaman kubu Sana, Brigjen Mohammad Nasir Al-Atefi, kepada kantor berita Yaman, Saba, Kamis (27/1), memastikan serangan Yaman ke negara-negara yang mengagresinya, termasuk UEA, akan terus berlanjut selagi agresi itu masih berlanjut.

Al-Atefi menegaskan bahwa blokade dan serangan koalisi terhadap Yaman yang telah menjatuhkan banyak korban sipil  tak akan pernah dapat menyudahi perang Yaman, dan malah akan memperluas kobaran perang serta menyia-nyiakan kesempatan rekonsiliasi untuk pemulihan keamanan dan stabilitas.

Sembari menyebut AS dan Israel ada dibalik agresi koalisi di Yaman, Al-Atefi menjelaskan bahwa serangan rudal dan drone Yaman ke wilayah UEA dan Saudi merupakan satu pesan supaya pasukan koalisi menghentikan agresi ini.

“Tapi jika mereka tak menangkap pesan ini maka pasukan Yaman memiliki opsi penggunaan sarana yang memadai untuk ‘mendidik’ musuh,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, “Pada tahap mendatang Anda akan menyaksikan gelombang serangan menyakitkan dan mengerikan pada kedalaman strategi militer dan ekonomi musuh di kawasan-kawasan yang tak mereka duga, dan ini merupakan hak rakyat Yaman dalam bingkai operasi Badai Yaman.”

Al-Atefi lantas bersumbar kepada pasukan koalisi, “Kalian memang telah memenuhi keinginan kalian membunuhi rakyat Yaman, menghancurkan kawasan-kawasan sipil dan memusnahkan keindahan Yaman, tapi jangan harap kalian akan dapat meraih apa yang tak dapat kalian raih dalam tujuh tahun perang. Sebaliknya, hanya kekalahan dan kehinaan yang menanti kalian.”

Secara terpisah Hamid Abdul Kadir Antar, penasehat perdana menteri pemerintah kubu Sanaa, di hari yang sama memperingatkan bahwa jika UEA tidak segera keluar dari koalisi agresor maka Yaman akan terus menyerang wilayah UEA.

“Yaman berhak membalas segala bentuk agresi, dan ini adalah bagian dari sistem pencegahan strategis kami…  Jika UEA tidak mundur dari agresinya maka akan terkena serangan-serangan lebih besar dari Yaman. Mata di balas mata, gigi di balas gigi, darah orang Yaman tidaklah murah, darah orang Saudi dan UEA tidaklah lebih mahal dari darah orang Yaman,” tegasnya.

Pasukan Yaman kubu Sanaa telah melancarkan dua gelombang serangan rudal dan drone bersandi Badai Yaman ke wilayah UEA. Gelombang pertama terjadi pada pekan lalu dengan sasaran antara lain komplek kilang minyak Al-Musaffah dan Bandara Abu Dhabi. Sedangkan gelombang kedua terjadi pada awal pekan ini dengan sasaran antara lain Pangkalan Udara Al-Dhafra. (mm/fna)

Baca juga:

UEA Minta AS Kembali Cantumkan Ansharullah dalam Daftar Sanksi

Peringatkan Saudi dan UEA, Ansarullah: Kami Punya Senjata yang Menjangkau Negara Agresor

DISKUSI: