Peringatkan Saudi dan UEA, Ansarullah: Kami Punya Senjata yang Menjangkau Negara Agresor

0
238

Mayjen Ali Al-Mushki

Sanaa, LiputanIslam.com –   Dewan staf umum pemerintah Yaman kubu Sanaa yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) memperingatkan kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) bahwa Yaman memiliki senjata yang menjangkau wilayah manapun di dua negara itu.

Wakil ketua dewan itu, Mayjen Ali Al-Mushki, dalam wawancara dengan saluran Al-Masirah, (Rabu 26/1), menyatakan, “Operasi Badai Yaman II menegaskan besarnya pertumbuhan daya deterensi Yaman, dan membuatnya berkemampuan menjangkau kedalaman wilayah negara-negara agresor. Operasi ini menunjukkan bahwa kita memiliki senjata-senjata bermutu, para kader dan informasi penting.”

Al-Mushki memperingatkan UEA dan Saudi dengan mengatakan, “Tentara Yaman di Sanaa memiliki bank data sasaran vital dan akurat, dan dua negara agresor itu telah di bawah kaca pembesar.”

Dia menambahkan, “Kita memiliki senjata presisi dan pesawat-pesawat yang menjangkau manapun yang kita kehendaki di negara agresor ataupun pendukung agresi. Serangan ke Pangkalan Al-Dhafra merupakan satu pesan penting karena pangkalan ini menjadi landasan pacu jet-jet tempur yang membom anak-anak bangsa kita, Yaman.”

Mengenai penyelesaian perang di Yaman dia mengatakan, “Inilah tujuan akhir kita dalam partisipasi militer kami sekarang. Ini adalah untuk membela diri kita dan menambah tekanan pada mereka supaya duduk di meja negosiasi politik.”

Jubir militer Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, pada Senin lalu mengumumkan pihaknya telah menyerang posisi-posisi vital di Saudi dan UEA dengan sejumlah besar rudal balistik dan drone. Dia juga menyebutkan bahwa salah satu sasaran dalam serangan itu ialah Pangkalan Udara Al-Dhafra.

Sementara itu, Rabu kemarin Saree mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan rudal ke sebuah tempat konsentrasi besar “pasukan bayaran Saudi” di Ma’rib.

Dia mengatakan, “Dengan anugerah Allah, pasukan rudal dapat menggempur tempat konsentrasi besar pasukan bayaran agresor Saudi-AS di zona militer ketiga di provinsi Ma’rib dengan sebuah rudal balistik dan tepat mengena sasaran hingga menyebabkan tewas dan lukanya puluhan orang.”

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak sekira tujuh tahun silam, yang menyebabkan lebih dari 233,000 orang tewas, dan 80% penduduknya yang berjumlah sekira 30 juta orang bergantung pada bantuan di tengah kondisi kemanusiaan yang terburuk di dunia, menurut laporan PBB.

Perang itu berkobar antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan.

Namun demikian, Ansarullah dan tentara Yaman terbukti semakin tangguh dan dapat menyerang Saudi dan UEA sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Israel: Dua dari Lima Drone Yaman Lolos dari Sergapan Pertahanan Udara UEA

Serangan Yaman Bikin Israel Ketar Ketir Soal Lawatan Presidennya ke UEA

DISKUSI: