Sayid Nasrallah: Timteng Masuki Era Konfrontasi Anti AS dan Israel

0
131

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyebut prakarsa AS “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) sebagai rencana Israel untuk menyudahi perkara Palestina. Dia juga mengatakan bahwa prakarsa itu dan aksi pembunuhan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani sebagai “dua kejahatan besar “yang dilakukan AS dalam beberapa minggu terakhir.

“Dua kejahatan ini adalah demi melayani agenda-agenda dominasi, penindasan, dan penjarahan AS dan Israel atas kekayaan dan kesucian kita… Kesepakatan Abad Ini bukanlah kesepakatan, melainkan rencana Israel untuk menyudahi perkara Palestina, yang menjadi prinsip bagi Trump, ” ungkapnya dalam pidato pada acara peringatan mengenang para tokoh syuhada pejuang muqawamah (resistensi anti AS dan Israel) di Beirut, Libanon, Ahad (16/2/2020).

Sayid Nasrallah mengingatkan bahwa AS bukanlah kekuatan yang dapat seenaknya menerapkan segala keputusan sepihaknya, dan bahwa sudah terbukti AS gagal memaksakan kehendaknya terhadap bangsa-bangsa yang bernyali melawannya.

Pemimpin pejuang Libanon ini mengecam sikap sebagian negara Arab Teluk Persia terhadap Kesepakatan Abad Ini.

“Ada negara-negara Teluk yang menyebut prakarsa Trump itu dapat dipelajari, dan beginilah kekalahan dan sikap menyerah dimulai,” ungkapnya.

Menurutnya, Timteng memasuki babak baru yang membuat bangsa-bangsa kawasan ini tak dapat berkelit dari perlawanan secara fundamental.

“Bangsa-bangsa kita terpanggil untuk bergegas menuju perlawanan terhadap simbol aroganisme yang direpresentasi oleh pemerintah demi pemerintah AS yang kini adalah pemerintahan Trump,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa tindakan AS membunuh tokoh pejuang sekaliber Jenderal Soleimani tak ubahnya dengan pernyataan perang secara terbuka dan brutal.

“Dan reaksi kita sejauh ini masih lamban,” sesalnya.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda agamawan keturunan Rasulullah saw menambahkan, “Kita harus cerdas dan tidak takut kepada AS, kita harus percaya kepada kemampuan kita dan kekuatan umat kita… Kita berhadapan dengan konfrontasi baru yang tak terhindarkan lagi, karena pihak lawan menyerang, berinisiatif, membunuh, dan menyulut peperangan… AS-lah yang bertanggungjawab atas peperangan dan aksi-aksi Israel.”

Baca: Mengharukan, Sayid Nasrallah Ceritakan Pertama Kali Bertemu dengan Jenderal Soleimani

Sayid Nasrallah juga menjelaskan bahwa AS ada di balik perang Yaman serta dalang terorisme ISIS di Suriah dan Irak, dan bahwa bangsa Irak adalah pihak yang paling bertanggungjawab untuk bereaksi atas pembunuhan Jenderal Soleimani dan rekan-rekan seperjuangannya, termasuk Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan pasukan relawan Irak, Hashd Shaabi.

Baca: Tewaskan Puluhan Warga Sipil, Serangan Udara Aliansi Saudi-UEA Dikecam PBB

(mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI: