Mengharukan, Sayid Nasrallah Ceritakan Pertama Kali Bertemu dengan Jenderal Soleimani

0
181

Beirut, LiputanIslam.com –  Pemimpin kelompok pejuang Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah menceritakan bagaimana dia pertama kali bertemu dengan Jenderal Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang terbunuh oleh serangan AS pada awal Januari lalu.

Nasrallah menyebutkan bahwa sejak awal pertemuan para tokoh Hizbullah dengan Soleimani mereka sudah dapat menangkap aura positif dalam diri sosok pejuang legendaris dari Iran itu.

Sekjen Hizbullah ini dalam wawancara dengan media Iran, Kamis (13/2/2020), memuji disiplin yang dijalankannya di mana dia selalu fokus dan eksis di medan laga bersama para mujahidin.

Nasrallah mengaku pertama kali berjumpa dengannya di Libanon setelah dia diangkat sebagai komandan Pasukan Quds.

“Kami berjumpa dengannya di sini dalam pertemuan perkenalan kami dengannya. Sebelum itu saya tidak mengenal Haji Qasem, yakni belum pernah bertemu dengannya, karena dia semula selalu berada di medan-medan perang di Iran dan lalu bertugas di provinsi Kerman, atau Sistan Baluchistan dan semisalnya. Bahkan ketika kami ke berkunjung ke Teheran kami juga tidak bertemu dengannya. Jadi kami semula tidak mengenalnya, dan baru pertama kali bertemu di sini, Beirut,” ungkap Nasrallah.

Baca: Maskapai Asing di Irak Mungkin Terlibat Teror Qassem Soleimani

Dia melanjutkan, “Sungguh, sejak awal pertemuan itu kami merasakan adanya keharmonisan jiwa, intelektual, dan spiritual, dan sejak saat pertama itu kami seolah sudah puluhan tahun mengenalnya, dan diapun seolah juga sudah puluhan tahun mengenal kami.  Jadi, kesan pertama dari pertemuan pertama Haji Qasem dengan para pejabat dan pemimpin Hizbullah, baik mujahidin maupun politisinya, adalah kesan sedemikian baik, positif, dan interaktif, dan sejak itulah dimulai hubungan dengan sosok Haji Qasem dan berlanjut hingga saat kesyahidannya.”

Baca: Wasekjen Hizbullah: Siapa Pun yang Bersama Iran dan Muqawamah akan Menang

Sayid Hassan Nasrallah kemudian memuji “madrasah” (displin) yang dijalankan oleh sosok yang oleh media Barat dijuluki sebagai “Jenderal Bayangan” itu.

Dia mengisahkan, “Madrasah Haji Qasem ialah pergi ke gelanggang-gelanggang aksi, ke medan tempur, dan kancah-kancah lain. Sejak tahun 1998, yakni sejak kami mulai menjalin hubungan dan saling kenal antara kami dan Haji Qasem, atau sekitar 20-22 tahun lalu, jumlah kedatangan kami kepadanya minim, sedangkan dia selalu mendatangi kami, pergi ke lapangan dan medan laga. Di sini dia menjumpai dan melihat semua rekan, dan pergi secara langsung ke lapangan, serta menyimak para pejuang dan mujahidin.” (mm/alalam)

DISKUSI: