Sayid Nasrallah Sebut Perjanjian Perbatasan Maritim dengan Israel “Kemenangan Besar” bagi Lebanon

0
30

Beirut, LiputanIslam.com   Sekjen Hizbullah  Sayyid Nasrallah  menyebut penandatanganan damarkasi perbatasan maritim Lebanon-Israel baru-baru ini sebagai pengalaman berharga dan sangat penting bagi Lebanon  dan kubu resistensi.

Nasrallah juga mengumumkan dalam sebuah pidato pada kesempatan pembukaan pameran darat, Kamis (27/10), mengumumkan “berakhirnya semua tindakan khusus yang diumumkan oleh kubu resistensi (Hizbullah) setelah kami menyelesaikan dokumen terkait dengan berkas demarkasi perbatasan.”

Sayyid Nasrallah menambahkan, “Apa yang terjadi adalah kemenangan besar bagi Lebanon sebagai sebuah negara, bangsa, dan kubu resistensi.”

Menanggapi asumsi bahwa penandatanganan perjanjian itu merupakan langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel, Sekjen Hizbullah menegaskan, “Fakta penandatanganan demarkasi perbatasan dari segi bentuk menegaskan bahwa pembicaraan apapun tentang normalisasi tidaklah berdasar dan gila. ”

Dia menambahkan, “Menghadapi beberapa pengamatan dan masalah yang telah diangkat sejak awal negosiasi dan apa yang telah dicapai, tampaknya beberapa orang terkejut dan mulai mengucapkan kata-kata yang tidak mereka mengerti.”

Dia menekankan bahwa “apa yang terjadi bahkan dalam bentuk menegaskan bahwa pembicaraan tentang normalisasi tidaklah berdasar.”

Dia beralasan,”Negosiasi mengenai demarkasi ini semuanya (dilakukan secara) tidak langsung, delegasi Lebanon dan Israel tidak bertemu di bawah satu atap. Dokumen yang akan disimpan Lebanon tidak memiliki tanda tangan Israel, dan pejabat di Lebanon telah bertindak cermat agar tidak ada kecurigaan mengenai normalisasi.”

Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Berkas demarkasi bukan perjanjian internasional dan tidak mencakup normalisasi dengan Israel, yang mengaku tidak memperoleh jaminan keamanan. Hari ini, Lebanon telah mencapai tahap penting yang akan menempatkannya di depan babak baru.”

Dia mengatakan bahwa pada Sabtu malam (29/10) masih akan menyampaikan pidato yang akan memberikan penjelasan lebih luas mengenai perjanjian perbatasan maritim Lebanon-Israel. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ketika Gaza dan Tepi Barat Membara Secara Bersamaan

Kembalinya Damaskus ke Liga Arab Lebih Bermanfaat bagi Negara-negara Arab daripada Suriah

DISKUSI: