Sayid Nasrallah Sakit, Media Israel Meramal Orang ini sebagai Penerusnya

0
290

Quds, LiputanIslam.com –  Beredar kabar mengenai sakitnya Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah membuat media Israel memuat dugaan dan ramalan-ramalan mengenai siapa yang akan menjadi penerus tokoh pejuang Libanon berserban hitam tersebut.

Situs Walla milik Israel menyebutkan bahwa Sayid Hashim Safi Al Din, saudara sepupu Sayid Nasrallah, adalah yang paling berpeluang untuk menjadi penerus Sayid Nasrallah sebagai pemimpin kelompok pejuang tangguh Hizbullah yang didukung penuh oleh Iran.

Menurut Walla, pada tahun 2008 telah dirilis berita pertama bahwa Iran merestui Sayid Safi Al Din sebagai kader pengganti Sayid Nasrallah.

Sayid Safi Al Din dilahirkan di desa Deir Qanun, Libanon selatan, pada tahun  1964, dan mengenyam pendidikan agama di Najaf dan Qum, sebagai Sayid Nasrallah, serta merupakan salah satu pendiri Hizbullah pada tahun 1982.

Pada tahun 1994, dia diminta pulang ke Libanon setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri untuk menggantikan Sayid Nasrallah sebagai ketua Dewan Ekskutif Hizbullah, dua tahun setelah Sayid Nasrallah menjabat sebagai Sekjen Hizbullah menyusul kesyahidan pendahulunya, Sayid Abbas Al-Musawi, akibat serangan tentara Israel.

Walla menambahkan bahwa Sayid Safi Al Din juga merupakan anggota Mejalis Syura Hizbullah yang berwenang mengangkat seseorang menjadi sekjen Hizbullah, dan dia sangat dekat dengan Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta menjalin ikatan kekeluargaan dengan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani karena putra Sayid Safid Al Din menikah dengan putri Soleimani pada Juni 2020.

Adapun tokoh lain yang juga berpeluang menjadi penerus Sayid Nasrallah ialah orang yang selama ini menjadi wakilnya sendiri, Syeikh Naim Qassem. Namun, Walla menilai Sayid Safi Al Din lebih berpeluang karena lebih kharismatik.

Berbagai media di Timteng belakangan ini ramai memberitakan ihwal sakitnya Sayid Hassan Nasrallah, terutama setelah dia berpidato dengan nafas yang tampak tersengal dan batuk serta juga mengaku sendiri bahwa dia sedang dalam kondisi sakit.

Mengutip keterangan sumber anonim rumah sakit di Teheran, sebuah media Kuwait melaporkan bahwa beberapa pekan lalu dia sempat diam-diam pergi ke Iran untuk berobat lalu pulang ke Libanon, namun tim medis Iran lantas menyusulnya ke Libanon untuk merawat kesehatannya. (mm/raialyoum)

Baca juga: 

Sayid Nasrallah: Keberanian Pejuang Gaza Telah Menciptakan Perimbangan Baru

Ayatullah Khamenei: Berbekal Al-Quran, Imam Khomaini Berhasil Membangkitkan Bangsa Iran

DISKUSI: