Sayid Nasrallah: Keberanian Pejuang Gaza Telah Menciptakan Perimbangan Baru

0
447

Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengancam Israel dengan perang regional jika rezim Zionis itu sampai menyentuhkan kehormatan kota Quds dan Masjid Al-Aqsa, dan menilai kegagah beranian para pejuang resistensi di Gaza telah mencetak perimbangan baru.

Dia yang tampak berada dalam kondisi sakit, Selasa (25/5), mengatakan, “Resistensi Gaza telah membuat perimbangan baru berupa Masjid Al-Aqsa dan Quds berbayar resistensi bersenjata…  Quds berbanding perang regional. Ketika Israel menyadari berhadapan dengan perimbangan ini maka mereka akan tahu bahwa langkah apapun akan berujung kemusnahan entitas mereka.”

Dia melanjutkan, “Para pemimpin gerakan-gerakan resistensi Palestina dan para komandan sayap-sayap militer mereka memancar cemerlang dalam konfrontasi terbaru, dan apa yang telah dilakukan oleh Gaza merupakan satu langkah historis kualitatif dalam sejarah konfrontasi melawan musuh sehingga harus diapreasi setinggi-tingginya.”

Dia yang tampak berbicara sembari berusaha menahan kondisi sakitnya pada perayaan kemenangan Poros Resistensi dalam perang di Libanon 25 Mei 2000 dan perang  di Gaza 21 Mei 2021 mengaku bahwa belakangan ini sejak bulan suci Ramadhan tidak tampil berpidato adalah karena sakit.

“Sekarang kita memperingati kemenangan besar, kemenangan (Libanon) 25 Mei 2000 dan kemenangan Gaza 21 Mei 2021,” imbuhnya, sembari memastikan dirinya tetap mengikuti pertempurangan situasi terbaru di Gaza.

Kepada Israel dia memperingatkan, “Kalian harus tahu bahwa menyentuh kehormatan Quds dan Masjid Al-Aqsa berbeda dengan agresi lain yang kalian lakukan… Kalian harus faham bahwa mengusik kesucian tak akan pernah berhenti pada batasan resistensi Gaza.”

Dia menambahkan, “Israel semula mengira bahwa reaksi terhadap judaisasi di Quds tak akan lebih dari sebatas pernyataan. Kesalahan terbesar dalam perkiraan musuh ialah tak mengira bahwa Gaza akan mempersembahkan suatu keputusan historis yang sangat besar. Penyebab peperangan terbaru ini ialah kebodohan para pemimpin musuh, kecongkakan mereka, sikap mereka menyepelekan kubu resistensi dan kesalahan mereka dalam membuat perhitungan.”

Dia menjelaskan, “Perkembangan historis dalam perang ‘Pedang Quds’ ialah tampilnya Gaza untuk melindungi Quds dan penduduknya, bukan untuk melindungi Gaza. Penduduk Gaza dan resistensinya sejak semula sudah siap untuk pertahanan dan pengorbanan demi Quds dan Masjid Al-Aqsa.”

Mengenai roket Gaza, dia mengatakan, “Salah satu keberhasilan terbaru kubu resistensi di Gaza ialah kemampuannya melepaskan roket pada jam-jam yang telah diumumkan sebelumnya… Mereka telah memperlihatkan berbagai kekuatan roket resistensi dari segi kualitas, kuantitas, dan daya jangkau.”

Dia juga menyebutkan bahwa prestasi lain kubu resistensi di Gaza ialah keberhasilannya melumpuhkan keamanan Israel.

“Ini merupakan prestasi militer yang belum ada sebelumnya, dan ini juga menyudahi citra keamanan entitas (Zionis) ini di luar negeri,” ujarnya.

Mengenai urungnya Israel melancarkan serangan darat ke Gaza, Sayid Nasrallah mengatakan, “Kegamangan pasukan terkuat di kawasan terlibat dalam perang darat ini merupakan kegagalan strategis, bukan sekedar kegagalan biasa.”

Sayid Nasrallah menyayangkan adanya realitas bahwa di tengah perkembangan situasi yang terjadi di Palestina tersebut justru ada beberapa negara Arab yang terlibat normalisasi hubungan dengan Israel dan “berbuat demi mencemerlangkan citra Israel”. (mm/raialyoum)

Berita Terkait:

Ayatullah Khamenei Balas Surat Ismail Haniyeh dan Ziyad Nakhalah,  Ini Isi Lengkapnya

[Video] Orasi Brigade Al-Qassam: Kami Baik-Baik Saja dan Masih Siap Penuhi Panggilan Quds

Khaled Mashal: Resistensi Menyatukan Palestina, Negosiasi dengan Israel Mengacaukannya

 

DISKUSI: