Ayatullah Khamenei: Berbekal Al-Quran, Imam Khomaini Berhasil Membangkitkan Bangsa Iran

0
250

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa musuh-musuh Iran sejak dulu selalu meramal buruk untuk dinamika politik dan masa depan negara republik Islam ini, namun selalu saja melesat dan jauh dari harapan mereka.

Dalam pidato menjelang haul ke-31 pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini, Jumat (4/6), Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa AS pernah meramal Iran tak akan dapat merayakan hari jadinya ke-40 tahun, tapi meleset.

“Keteguhan Imam Khomaini dan kemenangan bangsa Iran dalam perang yang dipaksakan (Irak terhadap Iran, 1980-1988 – red.) telah merontokkan semua ramalan akan kegagalan revolusi Islam,” katanya.

Dia menyebut Imam Khomaini sebagai tokoh yang kaya inspirasi dan inovasi, terutama yang berwujud negara republik islam.

“Alih-alih tumbang dan memudar pada dekade-dekade Islam, revolusi Islam justru semakin tangguh dan maju dari hari ke hari… Ketahanan revolusi Islam terletak pada ikatan erat antara republik dan keislaman, yakni antara rakyat dan Islam,” ujarnya.

Menurutnya, kedaulatan Islam terlihat jelas dalam Al-Quran al-Karim, dan Imam Khomaini menempuh manhaj Qur’ani ini dalam mendirikan republik Islam serta percaya sepenuhnya kepada kekuatan, ketahanan dan loyalitas rakyat.

Ayatullah Khamenei mengatakan, “Imam Khomaini tak berbasa-basi dengan siapapun ihwal hukum Allah, dan merupakan hak Allah atas rakyat untuk bekerjasama mendirikan pemerintahan yang benar dan adil.”

Dia menambahkan, “Imam Khomaini memandang dua kata ‘republik’ dan ‘Islam’ sebagai kunci kesuksesan dan solusi bagi problematika negara. Beliau berhasil menjadikan bangsa Iran sebagai tuan bagi diri mereka sendiri pasca diktatorisme absolut. Beliau telah mengaktivasi kekuatan besar rakyat untuk mewujudkan karya-karya besar.” (mm/alalam)

Baca juga:

Menlu Iran:  Netanyahu Susul Trump, Pompeo dan Bolton di Sampah Sejarah

Iran Dilanda Dua Kebakaran Hebat, Termasuk Kapal Militer Terbesarnya hingga Tenggelam

DISKUSI: