Sayid Nasrallah Remehkan Ancaman Israel Soal Sengketa Perbatasan

0
287

Beirut, LiputanIslam.com    Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah meremehkan ancaman Rezim Zionis Israel terkait dengan sengketa perbatasan antara Lebanon dan Israel.

Dalam sebuah pidato pada acara menyongsong peringatan Arbain Husaini, Senin (22/8), Sayid Nasrallah mula-mula menyebutkan bahwa kemenangan Hizbullah dalam perang melawan Israel pada bulan Juli 2000 telah mengandaskan agenda besar Israel dan meruntuhkan mitos bahwa tentara Israel tak terkalahkan.

“Hasil keteguhan (kubu resistensi Lebanon/Hizbullah) yang melegenda dalam Perang Juli antara lain ialah runtuhnya ProyekTimteng Baru dan tamatnya riwayat agenda Israel Raya…. Hasil akhir keteguhan dalam Perang Juli ialah masuknya kubu resistensi ke garis pemulihan hak Libanon atas minyak dan gas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Kami mengembangkan struktur dan kemampuan militer untuk mengimbangi perkembangan senjata dan teknologi…. Perimbangan tentara, rakyat dan kubu resistensi telah menjadi perimbangan yang konstan, baik disebutkan ataupun tidak dalam pernyataan menteri.”

Sekjen Hizbullah mengingatkan, “Aksi untuk pembebasan sisa tanah Libanon yang diduduki (oleh Israel) adalah tanggungjawab nasional… Tanggungjawab kami pada tahap mendatang antara lain ialah memperkuat perimbangan deterensi untuk melindungi tanah, rakyat dan kekayaan Libanon. “

Dia lantas mengingatkan, “Ancaman Israel mengenai pembuatan garis damarkasi tak bernilai sama sekali, sebab keputusan dan kepedulian kami sudah jelas, dan kami menantikan hari-hari mendatang untuk membuat sesuatu yang dibutuhkan.”

Mengenai Palestina dia menandaskan, “Isu Palestina adalah bagian dari agama, budaya, kehormatan dan martabat umat. Tak tempat bagi pengabaian, netralitas ataupun mundur darinya.  Hal yang prinsip dalam strategi kami mengenai isu Palestina ialah mengandalkan revolusi bangsa Palestina serta penolakan terhadap imigrasi (Zionis) dan normalisasi (hubungan  dengan Israel).”

Mengenai Suriah, Sayid Nasrlallah menyebutnya sebagai “fondasi bagi Poros Resistensi dan front keteguhan dan sikap pantang menyerang kepada persyaratan Israel”.

Dia menegaskan,“Semakin hari kami semakin yakin pada kebenaran opsi dan keputusan kami pergi ke Suriah. Jika Suriah berhadapan dengan gelombang baru yang serupa maka kami tak akan pernah ragu untuk terjun (lagi) ke medan-medan pertempuran.” (mm/ raialyoum)

Baca juga:

Sayid Nasrallah: Kawasan akan Bergolak Tuntutan Lebanon terhadap Israel Ditolak

Panglima IRGC: Seperti di Gaza, Orang Palestina di Tepi Barat Mulai Mempersenjatai Diri

 

DISKUSI: