Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, menyatakan bahwa para pejuang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat sedang mempersenjatai diri.
“Sebagaimana Gaza, Tepi Barat juga dapat mempersenjatai diri, dan proses ini sedang terjadi,” ungkap Salami dalam wawancara dengan situs www.khamenei.ir , Sabtu (20/8).
Berbicara mengenai konfrontasi kubu resistensi Palestina dengan pasukan Zionis di Tepi Barat dan meluasnya front dari Gaza ke beberapa bagian wilayah pendudukan, Salami mengatakan, “Lihatlah di dalam wilayah pendudukan, Jenin misalnya, resistensi sangatlah aktif. Resistensi sekarang berkobar dan aktif di Tepi Barat. Orang Palestina yang membangun kekuatan di Gaza adalah orang yang juga membangunnya di Tepi Barat, maka tak ada bedanya antara dua kawasan ini.”
Dia menambahkan, “Mengakses senjata sekarang jauh lebih mudah dari sebelumnya, teknologi bukanlah sesuatu yang siapa pun dapat menghentikan transfer dan pertumbuhannya. Di dunia saat ini, senjata sangat mudah dibuat dan diangkut, dan orang Israel biasanya terlambat mengetahuinya.”
Sehari sebelumnya, Jenderal Salami memastikan tak ada tempat yang aman bagi rezim Zionis Israel dalam konfrontasi dengan para pejuang Palestina.
Pada 6 Agustus lalu, Salami menegaskan “Israel akan menanggung biaya besar sebagai akibat dari kejahatan terbarunya di Gaza.”
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad al-Nakhala, Salami mengatakan, “Kekuatan kubu resistensi Palestina telah berkembang, dan hari ini memiliki kemampuan berlipat yang memungkinkannya mengelola perang besar.”
Sementara itu, ketua parlemen Iran Majelis Permusyawaratan Islam, Mohammad Baqer Qalibaf, Ahad (21/8), menegaskan tidak ada kekuatan yang dapat mencegah penguatan kemampuan pertahanan Iran.
Dia menyatakan industri pertahanan “akan menjadi pelengkap penting bagi perekonomian negara dengan membuka pintu ekspor pertahanan dalam waktu dekat.”
“Tidak ada kekuatan yang dapat mencegah pertumbuhan berkelanjutan dari kekuatan pencegah Iran dan penguatan kemampuan pertahanan negara,” katanya.
Dia juga menganggap perkembangan industri pertahanan sebagai “simbol kegagalan kebijakan sanksi yang dilakukan oleh musuh-musuh Iran.” (mm/fna/raialyoum)
Baca juga: