Sayid Nasrallah: Kawasan akan Bergolak Tuntutan Lebanon terhadap Israel Ditolak

0
197

Beirut, LiputanIslam.com    Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa jika mediator Amerika Serikat (AS) mengabaikan tuntutan yang diajukan oleh Libanon terkait perairan yang disengketakan dengan Israel maka akan terjadi eskalasi ketegangan di kawasan.

Dalam pidato melalui konferensi video pada acara peletakan batu pertama kawasan wisata di Janta Bekaa, Jumat (19/8), Sayid Nasrallah mengatakan penanganan kasus perairan dan ladang gas yang disengketakan dengan rezim Israel tidak boleh dikaitkan dengan kesepakatan nuklir Iran, dan menekan bahwa Hizbullah akan menuntut hak dan perbatasan Lebanon.

“Ditandatangani atau tidak perjanjian nuklir Iran, jika utusan AS untuk Libanon tidak memberikan apa yang dituntut Libanon maka kami akan melakukan eskalasi. Mata di Libanon harus tertuju pada Karish dan perbatasan Libanon,” tegasnya.

Menurutnya, semua perhatian sekarang tertuju pada mediator AS yang “membuang-buang” waktu yang terbatas, dan beberapa hari mendatang  akan menjadi masa “kritis” bagi kekayaan minyak dan demarkasi maritim Lebanon.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar di hari yang sama melaporkan bahwa Israel sudah menyerah pada tuntutan maritim Lebanon, sementara media Israel memberitakan bahwa seorang pejabat Israel akan berkunjung ke AS untuk membahas masalah ini dengan harapan dapat mencapai kesepakatan.

Pada pertengahan Juli, Nasrallah juga telah memperingatkan ihwal operasi pengeboran minyak dan gas yang dilakukan Israel di wilayah yang disengketakan.

“Tidak akan ada ruang untuk ekstraksi minyak dan gas di seluruh kawasan ini jika Lebanon tidak mendapatkan haknya,” ujarnya.

Kemudian, pada 9 Agustus lalu, Nasrallah memperingatkan bahwa “tangan yang lancang terhadap kekayaan Lebanon akan dipotong sebagaimana ketika (Israel) menjamah tanah Lebanon. Dalam beberapa hari mendatang, kami menunggu jawaban musuh untuk tuntutan Lebanon mengenai demarkasi perbatasan”.

Perbatasan maritim antara Lebanon dan Israel berada di Laut Mediterania yang membentang sekitar 860 kilometer persegi dan mencakup Blok No. 9 yang kaya migas. Israel sangat bergantung pada gas dan telah lama mengembangkan deposit gas lepas pantai di Laut Mediterania. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Langka, Sekutu Hizbullah Publikasikan Video Ancaman untuk Israel

Dalam 48 Jam, Palestina Lancarkan 30 Operasi Anti-Israel

DISKUSI: