Sayid Nasrallah: Menhan AS Dipecat, Poros Resistensi Bersiaga Penuh

0
89

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah kembali menepis isu kemungkinan kelompok pejuang Libanon ini menjalin normalisasi hubungan dengan Israel. Dia juga membantah isu adanya komunikasi terselubung antara Israel dan Iran, maupun pertemuan segi tiga Suriah, Hamas, dan Israel, dan menyatakan bahwa Poros Resistensi harus bersiaga tinggi menyusul pemecatan menteri pertahanan AS.

“Semua itu dusta belaka, delusi, dan tak berdasar sama sekali,” tegas Nasrallah mengenai isu-isu tersebut dalam pidato pada peringatan Hari Syahid, Rabu malam (11/11/2020).

Terkait dengan perundingan pemerintah Libanon dengan Israel mengenai perbatasan, dia mengatakan, “Israel juga memerlukan minyak dan gas, jika Israel hendak menghalangi kami dari eksplorasi minyak maka kamipun dapat menghalanginya.”

Mengenai latihan perang Israel belakangan ini, Sayid Nasrallah menyatakan para pejuang Libanon berhasil memaksa Israel bergeser dari posisi ofensif ke posisi defensif.

“Israel gamang menyerang Libanon, obsesinya di lapangan sudah terbatas, dan bergeser kepada pertahanan… Israel berbicara mengenai krisis kesiapan, dan ada kekacauan jiwa dan mental pada pasukan daratnya,” ujar Nasrallah.

Dia menambahkan, “Angkatan Laut Israel terlalu lemah untuk dapat mencetak sukses dalam segala peperangan di masa mendatang…. Semua perang juga  membuktikan bahwa persenjataan udara saja tak akan dapat menuntaskan dan memenangi perang.”

Menurutnya, para pejuang di Libanon bersiaga penuh bersamaan dengan pelaksanaan latihan perang Israel.

“Reaksi kami akan cepat jika Israel berpikir untuk bertindak bodoh,” sumbarnya.

Mengenai hasil pilpres Amerika Serikat (AS), Sayid Nasrallah mengaku senang atas kekalahan Trump.

“Saya gembira atas jatuhnya Trump secara hina, terutama setelah dia melakukan kejahatan kontemporer membunuh Syahid Qasem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis,” tuturnya.

Dia menilai pilpres AS memalukan bagi pihak Trump dari Republik maupun pihak Joe Biden dari Partai Demokrat.

Dia menilai hasil pemilu AS tidak akan mengubah apapun di kawasan, “karena mereka semua berlomba melindungi Israel… Satu hal yang pasti dan merupakan prioritas mutlak bagi orang Amerika ialah melindungi Israel dan menjaga keunggulan militernya.”

Mengenai pemerintahan Trump, dia mengatakan, “Kalau bukan pemerintahan AS yang terburuk maka merupakan salah satu yang terburuk dalam pemerintahan AS yang silih berganti , bahkan yang paling arogan, kriminal, dan kejam… Keistimewaan Trump ialah dia telah memperlihatkan wajah AS yang sesungguhnya berupa pembunuhan, kebusukan, arogansi, dan kejahatan terhadap bangsa-bangsa dunia.”

Mengenai pemecatan Mark Esper dari jabatannya sebagai menhan AS belakangan ini,  Sayid Hassan Nasrallah menilainya terkait dengan “langkah-langkah di dalam ataupun di luar negeri AS”, dan “Poros Resistensi harus bersiaga tinggi dalam dua bulan (ke depan) ini” untuk menghadapi kemungkinan AS dan Israel bertindak “bodoh”. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Rouhani: Rezim yang Bermimpi Iran Runtuh, Kini Jatuh dengan Hina

Kebijakan AS Terkait Palestina Tak Akan Berubah di Era Biden

DISKUSI: