Sayid Nasrallah:  Imam Khomaini Sulap Perselisihan Tanggal Maulid Nabi saw sebagai Titik Persatuan

0
191

Beirut, LiputanIslam.com   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini telah mengubah titik perselisihan antara Sunni dan Syiah mengenai tanggal kelahiran atau maulid Nabi Muhammad saw menjadi titik persatuan Islam.

Dalam pidato pada peringatan Maulid Nabi saw, milad Imam Jakfar Al-Shadiq ra dan Pekan Persatuan Islam, Selasa (11/10), Sayid Nasrallah mengatakan, “Imam Khomaini telah mengubah titik perselisihan mengenai maulid Rasul saw menjadi titik pertemuan, dan membangun sebuah jembatan bernama Pekan Persatuan Islam antara 12 dan 17 Rabiul Awal.”

Dia menjelaskan, “Memperlakukan titik-titik perselisihan haruslah proporsional tanpa membesar-besarkannya, dan jika perselisihan itu terkendalikan oleh hasrat kepada pertemuan dan persatuan maka kita dapat mewujudkan solusi. Kita harus berfokus pada titik persamaan dan saling pengertian.”

Dia menilai gebyar peringatan Maulid Nabi saw di dunia Arab dan Islam mengalami perkembangan, dan umat Islam sudah seharusnya merasakan kebahagiaan pada peringatan agung ini.

“Kami akan berusaha untuk bergembira, meski sebenarnya abad silam dan tahun-tahun lalu serta apa yang mendera dunia Arab dan Islam kita serta bangsa Palestina dan bangsa-bangsa kita akibat (serangan) musuh, Israel, tak  menyisakan tempat bagi untuk bergembira,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, “Sepeninggal Rasul saw, beliau akan terus dikenang dan tetap hadir kuat dengan berkah dan berbagai prestasi besarnya sampai hari kiamat.” (mm/alalam)

Baca juga:

Analis Israel: Tak Ada yang Bisa Analisis Isi Kepala Sekjen Hizbullah

Singgung “Syiah Inggris” dan “Sunni AS”, Jenderal Iran: Musuh Kobarkan “Perang Ahzab”

DISKUSI: