Sayid Nasrallah Diisukan Terjangkit Virus Corona, Para Hater Hizbullah Bersukaria

0
239

Amman, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19) akibat menerima delegasi Iran. Namun kabar itu berasal dari berbagai akun dan media Israel, termasuk channel 13, sementara rezim Zionis ini  dikenal sangat memusuhi kelompok pejuang Libanon tersebut.

Kabar demikian lantas viral di tengah netizen negara-negara Arab Teluk Persia dengan keterangan bahwa kondisi Sayid Nasrallah parah dan diisolasi namun dirahasiakan.  Kabar tersebut, yang juga diviralkan oleh para awak media Arab Saudi, lantas berubah menjadi ajang sukaria virtual dari para hater Hizbullah.

Hizbullah tidak secara resmi tidak atau belum menanggapi rumor tersebut,  namun Jawad Nasrallah, putra Hassan Nasrallah, menanggapinya dengan komentar bahwa berita itu hanyalah angan-angan belaka.

Surat kabar Libanon al-Nahar melaporkan bahwa Sayid Nasrallah akan tampil di depan publik Libanon pada Jumat (13/3/2020) sore waktu setempat. Menurut narasumber al-Nahar, hal ini menunjukkan kepalsuan kabar mengenai kondisi kesehatan Nasrallah tersebut. Sumber itu mengatakan bahwa dari gestur Nasrallah nanti akan terlihat bagaimana kondisi dia sebenarnya untuk menilai apakah dia terpapar virus itu atau tidak.

Sebuah tagar berbahasa Arab yang berarti “sayid dalam keadaan baik” muncul sebagai tanggapan atas rumor tersebut.

Baca: Perangi Corona, Ayatullah Khamenei Instruksikan Pembentukan ‘Basis Kesehatan dan Perawatan’

Hassan Nasrallah sudah berulangkali diterpa rumor mengenai kondisi kesehatannya, dan biasanya Hizbullah memang tidak menanggapi rumor itu, atau terbantah dengan sendirinya ketika dia menyampaikan pidato atau orasi kepada publik mengenai berbagai perkembangan terkini.

Baca: China Resmi Ungkap Dugaan Virus Corona di Wuhan Kiriman dari AS

Sementara itu Rumah Sakit Rafiq Hariri milik pemerintah Lebanon dalam laporan hariannya tentang perkembangan terakhir epidemi corona di negara, Kamis, mengumumkan bahwa jumlah infeksi baru meningkat menjadi 75 kasus setelah ditemukan tujuh kasus positif baru. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI: