Sayid Nasrallah: Akan ada Kejutan dalam Perang dengan Israel di Masa Mendatang

0
285

Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan saluran TV Al-Alam milik Iran, Selasa (8/2), telah membicarakan berbagai isu penting terkait Poros Resistensi, kekuatan besar yang tergalang di Timteng untuk menghadapi Israel dan negara-negara Barat pendukungnya.

Sayid Nasrallah dalam wawancara panjang lebar itu memastikan bahwa Hizbullah “serius menghadapi dengan ancaman Israel” dan bahwa tingkat penyebaran rudal Hizbullah serta jumlah rudal yang dimilikinya “tak memungkinkan musuh untuk melakukan apapun terhadap Lebanon.”

“Apakah Israel mengetahui jumlah rudal presisi dan tempat-tempatnya, misalnya?… Kami tak tinggal diam ketika dulu gurun dibom, lantas bagaimana seandainya Israel membom target yang kongkret?” ujarnya.

Dia lantas memastikan bahwa “ada hal-hal yang tersembunyi untuk kejutan bagi musuh dalam perang mendatang.”

Dia juga menyinggung HUT ke-43 kemenangan revolusi Islam Iran dengan menyebut revolusi ini sebagai salah satu “hari Allah” dan menjelaskan bahwa Iran sekarang menjadi sebuah model negara yang berdaulat dalam arti yang sesungguhnya, memiliki kekebasan penuh di mana rakyat dapat menyelenggarakan pemilu secara hakiki, sementara banyak negara lain di Timteng dan kawasan sekitarnya berbicara tentang kemerdekaan dan kedaulatan padahal sejatinya mereka adalah “para pengikut kedutaan besar”.

Menurutnya, Iran berusaha menerapkan Islam dan menampilkan sebuah contoh negara Islam yang hakiki, berpengaruh dalam skala regional maupun global, dan membina para pemimpin yang bijaksana dan pemberani di semua levelnya.

Sayid Nasrallah juga menyebutkan bahwa Iran sekarang telah menjelma menjadi sebuah kekuatan regional yang sangat besar sehingga serangan terhadap negara republik Islam ini akan menimbulkan ledakan yang luar biasa dan total di kawasan Timteng.

Namun demikian, lanjutnya, prioritas musuh besar Iran, Amerika Serikat (AS), sekarang bukanlah berperang dengan Iran, melainkan menyorot ke tempat lain untuk menghadapi Rusia dan China.

Sekjen Hizbullah mengatakan bahwa AS sedemikian getol memusuhi Iran karena pemerintahan Islam di Iran adalah “pemerintahan berdaulat, berkebebasan, bukan budak bagi AS dan pantang membiarkan kekayaannya dijarah”.

Mengenai ancaman perang Israel terhadap Iran, Sayid Nasrallah menyebutnya “omong besar” belaka, dan sebagian besar kalangan militer Israel menentang serangan militer terhadap dan menganggapnya sia-sia.

Sayid Nasrallah memastikan bahwa Iran “tak bercanda” dan karena itu “jika diserang oleh Israel maka Iran akan langsung membalas, dan balasan ini akan keras, sengit dan dahsyat sehingga serangan Israel akan menjadi tindakan bodoh yang dampaknya akan sangat besar”.

Menyinggung Perang Yaman yang belakangan ini melebar hingga terjadi beberapa kali serangan Ansarullah (Houthi) ke Uni Emirat Arab (UEA), Sayid Nasrallah mengatakan bahwa baru di babak pertama serangan Yaman, UEA sudah mengemis perlindungan kepada kekuatan-kekuatan Barat dan Israel.

Dia mengatakan, “Negara Emirat sejak awal didirikan sampai sekarang telah membeli rudal, jet tempur dan teknologi militer senilai puluhan miliar USD, tapi pada baru di awal konfrontasi sudah berteriak-teriak kencang (meminta perlindungan – red.)”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hizbullah Sebut Kedutaan AS Wakili Israel di Lebanon

Militer Iran akan Segera Pamerkan “Rudal Strategis”

DISKUSI: