Sayid Hassan Nasrallah Ungkap Biang Kerok Permusuhan Sesama Arab

0
185

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato pada Senin malam (11/4) telah menyinggung berbagai isu Lebanon dan kawasan Timteng, termasuk Yaman serta biang kerok kekeruhan hubungan sesama negara Arab.

“Siapa yang merusak hubungan sesama Arab? Siapa yang melancarkan perang terhadap Yaman selama tujuh tahun, dan sebelum itu terhadap Suriah? Siapa yang mendorong Suriah berhadapan dengan konspirasi?” ungkapnya

Sayid Nasrallah mengaku telah menonton dan menyimak wawancara televisi mantan perdana menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim Al-Thani dengan surat kabar Kuwait, Al-Qabas, di mana Hamad mengkonfirmasi pembentukan komite segi lima Amerika Serikat (AS), Turki, Yordania, Arab Saudi dan Qatar, yang telah mengelola perang di Suriah dan mengirim ratusan ribu militan.

Dia menambahkan bahwa Sheikh Hamad telah mengungkap bahwa Kepala Badan Intelijen Saudi Pangeran Bandar bin Sultan telah meminta alokasi angggaran sebesar dua ribu miliar dolar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan kemudian disepakati anggaran besar yang tak disebutkan nilainya.

Menurut Sayid Nasrallah, hubungan Al-Assad semula sangat baik dengan klan yang berkuasa di Qatar di mana emirnya bahkan pernah menghabiskan banyak waktunya di Suriah, dan demikian pula halnya dengan para raja dan penguasa Saudi serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang pernah mondar-mandir ke Suriah yang membuka pintu bagi komoditas Turki.

Mengenai hubungan sesama negara Arab, dia menyoal, “Siapa yang merusak hubungan sesama Arab, yang mengambil sikap agresif terhadap Yaman, atau siapa yang melancarkan agresi militer yang menghancurkan selama tujuh tahun?”

Sayid Nasrallah menegaskan, “Orang-orang Yaman telah menerapkan kehendaknya pada masyarakat internasional dengan tekad dan perjuangan mereka.”

Dia menyambut baik baik gencatan senjata yang sedang berjalan di Yaman dan mengharapkannya dapat menjadi “pintu masuk bagi solusi politik”.

“Apa yang kami minta sejak awal ialah penghentian perang dan pembantaian, dan tak seorangpun berusaha menyerang Saudi,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa “solusi satu-satunya di Yaman adalah negosiasi dan pembicaraan langsung dengan Sanaa… Jangan berharap kepada siapapun untuk menekannya.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Sekjen Hizbullah: AS Berniat Tunda Pemilu Lebanon

Ansharullah: Bersama Kami, Rakyat Yaman akan Merdeka

DISKUSI: