Sekjen Hizbullah: AS Berniat Tunda Pemilu Lebanon

0
124

Beirut, LiputanIslam.com- Pada Senin malam (11/4) Sekjen Hizbullah berpidato dan membahas sejumlah perkembangan terbaru di Lebanon dan Timteng.

Sayyid Hasan Nasrallah di awal pidatonya menyinggung masalah Palestina dan berkata, ”Kita harus mengapresiasi dan hormat kepada para pahlawan muda, wanita, anak-anak, dan pria-pria Palestina, begitu pula keluarga syuhada, atas keteguhan pendirian mereka.”

Sayyid Nasrallah berpendapat, peristiwa yang terjadi di Tanah Pendudukan mempunyai banyak makna terkait perang melawan musuh dan masa depan Rezim Zionis.

Ditujukan kepada Israel,  ia berkata,“Jika kalian bermimpi bangsa Palestina akan menyerah dan bisa dikalahkan, maka itu tidak akan bisa jadi kenyataan.”

Perihal dengan masalah dalam negeri, terutama Pemilu legislatif Lebanon, ia mengatakan, ”Ada atmosfer di Kedubes AS dan sebagian Kedubes asing, juga sejumlah faksi politik, bahwa kelompok politik afiliasi kami akan mendapatkan mayoritas di Parlemen.”

“Mendapatkan dua pertiga (kursi) bukan tujuan kelompok politik kami. Ini bukan tujuan logis dan realistis. Tak satu pun faksi politik yang menganggapnya demikian. Kami percaya bahwa negara berasaskan kesepakatan dan kesepahaman.”

“Prinsip kami bukan lain yaitu tiap perubahan fundamental, yang berkaitan dengan UUD, elemen dan identitas negara, harus disetujui secara nasional. Bukan diwujudkan dengan paksaan, mayoritas, atau senjata… Ada selentingan soal penundaan Pemilu legislatif agar kondisi kelompok tertentu membaik terlebih dahulu. Kita diperbolehkan menuding Kedubes AS dan faksi-faksi politik lain bahwa mereka berusaha agar Pemilu tidak diadakan.”

Sekjen Hizbullah berpendapat, ada kemungkinan bahwa tujuan digulirkannya ide penundaan Pemilu adalah mengurangi minat warga untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

“Kita percaya telah masuk dalam sebuah perang kampanye. Kita harus stand by di pos-pos pemungutan suara dengan kekuatan penuh. Jangan berharap kepada jajak pendapat atau pusat-pusat riset, tapi kita harus terlibat dengan kekuatan penuh dalam perang politik ini hingga ditutupnya kotak-kotak suara,” tandasnya.

“Barangkali statemen-statemen bahwa kita akan memperoleh mayoritas kursi di Parlemen bertujuan agar para pendukung kita yakin tidak perlu pergi ke pos pemungutan suara. Namun kita harus berusaha agar para kandidat dan sekutu kita meraih kemenangan. Saya ingin para sekutu kita menang di Pemilu agar kita bisa bersama-sama memikul tanggung jawab,”tandasnya. (af/fars)

Iran Sebut AS Berusaha Ajukan Persyaratan Baru di Luar Kerangka Perundingan Nuklir

Presiden Lebanon: Menyingkirkan Hizbullah Sama saja dengan Perang Saudara

DISKUSI: