Sayid Hassan Nasrallah: Israel Tak Berani Berhadapan dengan Hizbullah

0
379

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, Sabtu (7/8), angkat bicara mengenai respon Hizbullah atas serangan Israel ke Libanon, dan menyebut respon dengan penembakan puluhan roket tersebut membawa pesan yang jelas bagi rezim Zionis Israel.

“Apa yang mencegah pasukan Israel melancarkan serangan udara ke Libanon ialah ketakutannya berkonfrontasi besar dengan Hizbullah… Musuh sekarang lebih khawatir daripada masa-masa sebelumnya atas eksistensinya, atas apa yang terjadi di Palestina, dan atas melambungnya Poros Resistensi,” ungkap Sayid Nasrallah dalam pidato pada peringatan 15 tahun kemenangan Hizbullah dalam perang melawan Israel pada tahun 2006.

“Apa yang terjadi sejak beberapa hari lalu merupakan satu perkembangan yang sangat krusial dan belum pernah terjadi selama 15 tahun rerakhir…. Israel dalam serangan-serangannya ke Suriah tak dapat mewujudkan tujuannya mencegah membesarnya kekuatan resistensi,” lanjutnya.

Mengenai serangan roket Hizbullah ke arah posisi pasukan Zionis di wilayah pertaniaan Sheeba pada Jumat lalu, Sayid Nasrallah mengatakan, “Kami pilih kawasan terbuka di kawasan pertanian Sheeba untuk kami sampaikan pesan, dan supaya kami lancarkan satu level, dan selanjutnya bisa jadi kami akan menaikkannya.”

Dia menambahkan, “Praktis di lapangan kami telah menghendaki bahwa setiap serangan udara Israel pasti akan direspon, tapi secara tepat dan relevan.”

Sekjen Hizbullah mengatakan, “Opsi kami terbuka, respon kami bisa jadi menyasar tanah terbuka di bagian utara Palestina pendudukan (Israel) dan bisa jadi pula terhadap Galilee ataupun Golan.”

Dia menjelaskan, “Capaian strategis terpenting ialah terciptanya keseimbangan deterensi dan konstalasi konflik yang menunjang dan menjamin keamanan dan ketentraman Libanon… Perang Juli (2006) memasuki babak melalui perlawanan gagah berani dalam pertempuran Pedang Quds… Tanggungjawab terpenting yang kini terpikul di pundak semua orang ialah menjaga dengan sepenuh kekuatan capaian, hasil dan perimbangan Perang Juli.”

Sayid Nasrallah menambahkan, “Balasan kami kemarin adalah terkait dengan serangan udara Israel secara langsung ke Libanon selatan untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir….  Kekuatan rudal berkualitas Poros Resistensi membesar hingga memiliki banyak rudal presisi.”

Dia juga menjelaskan, “Kami sengaja merespon di siang hari supaya masyarakat tidak merasa takut dan panik, kami peduli mereka dan menjaga perasaan mereka…. Kami memiliki keberanian memikul tanggungjawab atas tindakan kami, dan pernyataan kamipun, sebagaimana gempuran kami, melengkapi pesan kami kepada musuh. Pesan kami kepada musuh ialah ‘kalian telah membom tanah terbuka maka kamipun membom tanah terbuka’. Kami tak akan berlebihan dengan capaian-capaian resistensi dalam Perang Juli, apapun risikonya, karena hal itu akan membuat musuh leluasa menyerang negara (Libanon)… Bagaimanapun situasi dalam negeri Libanon, melindungi negeri dan bangsa kami adalah tanggungjawab utama kami.”

Sayid Hassan Nasrallah mengingatkan, “Apa yang terjadi kemarin semata merupakan respon kami terhadap serangan udara tersebut, dan tak ada kaitannya dengan balasan atas pembunuhan dua syahid mulia Mohammad Kassem Tahan dan Ali Kamil Muhsin.” (mm/raialyoum)

Berita Terkait:

Terkejut oleh Balasan Hizbullah, Israel Ketar-Ketir Minta AS Cegah Perang

[Video]: Hizbullah Lesatkan Puluhan Roket ke Posisi Pasukan Israel

Partai-partai Lebanon Dukung Serangan Balasan Hizbullah ke Israel

DISKUSI: