Saudi Ungkap Persyaratannya untuk Perjanjian Damai dengan Israel

0
198

Riyadh, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal Bin Farhan Al-Saud, menyatakan bahwa perdamaian negaranya dengan Israel bergantung pada syarat berupa berdirinya negara merdeka Palestina dengan Al-Quds (Yerussalem) Timur sebagai ibu kotanya.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Arabiya yang disiarkan pada hari Jumat (22/1), Bin Farhan menanggapi pertanyaan tentang penandatanganan perjanjian normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Israel. Dia mengatakan bahwa keputusan  tersebut merupakan kedaulatan dari pihak-pihak yang setuju.

“Kami berharap ini akan berpengaruh positif secara mendasar di jalur perdamaian, dan dalam rangka mencapai apa yang kita tuju bersama, yaitu negara Palestina dengan ibukotanya di Quds Timur,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kami berharap apa yang telah dicapai akan memotivasi Israel untuk terlibat dalam negosiasi serius dengan Palestina guna mencapai solusi akhir untuk masalah ini dan penyelesaian yang adil dan akan mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama. Saya yakin bahwa negara-negara yang menandatangani perjanjian ini ingin mencapai hal ini sebagaimana kami.”

Ditanya apakah ada jadwal untuk penandatangan perjanjian damai Saudi-Isreal, Bin Farhan mengatakan, “Ini bergantung pada terwujudnya perdamaian dan terwujudnya negara Palestina dengan Al-Quds Timur sebagai ibu kotanya, sesuai prakarsa damai Arab.”

Menteri Luar Negeri Saudi menekankan bahwa perjanjian damai Arab-Israel masih merupakan wacana besar bagi Saudi.

Pada tahun 2020, di bawah prakarsa Amerika Serikat, sebanyak empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah mencapai perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel, meski mendapat kecaman dari berbagai pihak di Palestina. (mm/railayoum)

Baca juga:

Militer Isael akan Gelar Latihan Perang Besar-Besar untuk Antisipasi Perang dengan Iran

Takut Diserang Iran, Pasukan Israel Bersiaga Tinggi di Laut Merah

 

DISKUSI: