Saudi Panik, Persediaan Rudal Patriotnya Menipis Sehingga Minta Pasokan Segera dari AS

0
476

Riyadh, LiputanIslam.com –  Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menyatakan bahwa pemerintah Saudi telah meminta kepada AS pasokan rudal Patriot “secepatnya” serta menghubungi beberapa negara Teluk, termasuk Qatar, dan negara-negara Eropa.

Dikutip surat kabar Wall Street Journal, Selasa (7/12), para pejabat AS mengatakan bahwa Kemlu AS sedang mempertimbangkan masalah penjualan langsung rudal ini, dan akan ada kesepakatan suplai ke Saudi melalui negara lain semisal Qatar.

Saudi dan sekutunya berharap segera mendapat suplai rudal Patriot untuk menghadapi intensitas serangan Ansarullah (Houthi) setelah persediaan rudal itu di Saudi menipis.

Seorang pejabat Saudi mengatakan kepada surat kabar itu bahwa jumlah serangan dari Yaman terhadap Saudi meningkat drastis dan tercatat bahwa serangan drone Yaman terjadi sebanyak 29 kali pada November dan 25 kali pada Oktober, sementara serangan rudal balistik sebanyak 11 kali pada November dan 10 kali pada Oktober.

Utusan Khusus AS untuk Yaman Timothy Lenderking Jumat lalu menyebutkan bahwa pasukan Ansarullah Yaman telah melancarkan sekira 375 kali serangan terhadap Saudi pada tahun 2021.

Bulan lalu Kemlu AS menyetujui penjualan “sistem rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih” senilai US$ 650 juta, dan Kongres diberitahu tentang ini  setelah Riyadh meminta pembelian 280 rudal dan 596 peluncur jenis ini untuk mengatasi serangan Ansarullah.

Selasa kemarin Ansarullah mengumumkan pihaknya telah melancarkan operasi serangan baru ke wilayah Saudi dengan sejumlah rudal balistik dan 25 drone.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan,  “AS berkomitmen penuh untuk mendukung pertahanan regional Arab Saudi, termasuk terhadap rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan oleh militan Houthi yang didukung Iran di Yaman,”

Dia menambahkan, “Kami bekerjasama dengan Saudi dan negara mitra lainnya untuk memastikan tidak ada celah dalam perlindungan.”

Sementara itu, Gedung Putih, Selasa, menyatakan pihaknya menentang keputusan Senat yang akan memblokir usulan penjualan 280 rudal udara-ke-udara jarak menengah ke Arab Saudi.

Kantor Manajemen Anggaran Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pengesahan resolusi Senat “akan merusak komitmen Presiden untuk membantu mendukung pertahanan mitra kami pada saat meningkatnya serangan rudal dan drone terhadap warga sipil di Arab Saudi.”

Gambar-gambar satelit pada September lalu memperlihat bahwa AS telah menarik rudal-rudal Patriotnya dari Saudi sebagai dampak perubahan pengalihan konsentrasi pemerintahan Presiden AS Joe Biden dari Timur Tengah kepada konflik AS dengan China. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pasukan Yaman Mengaku Telah Menyerang Kemhan Arab Saudi, Ini Rinciannya

[Video:] Rudal-Rudal Yaman Meledak di Angkasa dan Daratan Riyadh

DISKUSI: