Saudi Minta Prancis Bebaskan Tersangka Kasus Pembunuhan Kashoggi yang Baru Ditangkap

0
457

Paris, LiputanIslam.com –  Kedubes Arab Saudi untuk Prancis di Paris membantah laporan yang beredar bahwa warga negara Saudi yang baru ditangkap di Prancis terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, dan karena itu meminta supaya warga negaranya itu segera dibebaskan.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, hari ini, Rabu (8/12), menyebutkan, “Terkait dengan laporan yang beredar di media massa mengenai penangkapan seorang warga negara Saudi yang diduga terlibat dalam kasus Jamal Khashoggi –semoga Allah merahmatinya-, Kedubes Kerajaan Arab Saudi di Republik Prancis ingin menjelaskan bahwa laporan yang beredar itu tidak benar, dan bahwa orang yang ditangkap itu tak ada kaitannya dengan kasus tersebut. Karena itu Kedubes Saudi meminta supaya orang itu dibebaskan secepatnya.”

SPA menambahkan, “ Kedubes Saudi juga ingin menegaskan bahwa pengadilan Saudi telah mengambil putusan-putusan hukum terhadap semua orang yang terbukti terlibat dalam kasus Jamal Khasoggi –semoga Allah merahmatinya-, dan mereka sedang menjalani masa hukuman yang telah diputuskan.”

Sebelumnya, berbagai laporan media Prancis menyebutkan bahwa salah satu tersangka telah ditangkap di Bandara Charles de Gaulle, Paris, tiga tahun setelah terbunuhnya Khashoggi.

Saluran RTL milik Prancis, Selasa, mengutip keterangan polisi bahwa orang yang ditangkap itu adalah pria berusia 33 tahun yang merupakan satu di antara 20 tersangka yang menjadi buronan internasional terkait dengan kasus tersebut.

Pria itu adalah mantan anggota Pengawal Kerajaan Saudi, dan dia bermaksud naik pesawat menuju Riyadh dengan menggunakan nama asli dan kartu identitasnya. Kepolisian Internasional (Interpol) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas tuduhan pembunuhan terlibat dalam kasus Khashoggi yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tanggal 2 Oktober 2018.

Mantan tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menyambut baik penangkapan tersebut. Di halaman Twitternya, Selasa, dia mencuit; “Prancis harus mengadili kejahatannya, atau menyerahkannya kepada negara yang mampu dan siap menyelidiki atau mengadili dia dan orang yang telah mengeluarkan perintah pembunuhan Jamal.” (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Saudi Panik, Persediaan Rudal Patriotnya Menipis Sehingga Minta Pasokan Segera dari AS

Pasukan Yaman Mengaku Telah Menyerang Kemhan Arab Saudi, Ini Rinciannya

DISKUSI: